Sabtu, 10 Apr 2021 08:21 WIB

Ada Risiko Pembekuan Darah, WHO Tetap Rekomendasikan Vaksin AstraZeneca

Firdaus Anwar - detikHealth
Sudah Vaksin Covid-19, Apa Benar Jadi Aman Makan di Restoran? Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Nattakorn Maneerat
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui adanya hubungan antara vaksin COVID-19 AstraZeneca dengan kejadian pembekuan darah. Hal ini menyusul laporan dari Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) yang mengimbau para tenaga kesehatan dan masyarakat waspada terhadap efek samping tersebut.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan vaksin AstraZeneca masih tetap direkomendasikan. Alasannya kejadian pembekuan darah tersebut merupakan efek samping langka, masih lebih besar manfaat vaksin dalam mencegah angka kesakitan karena COVID-19.

"WHO, EMA, dan MHRA (BPOM Inggris -red) masih merekomendasikan karena manfaat vaksin COVID-19 AstraZeneca lebih besar daripada risiko efek samping yang langka ini," kata Tedros seperti dikutip dari situs resmi WHO pada Sabtu (10/4/2021).

"Semua vaksin dan obat bisa memiliki risiko efek samping. Pada kasus ini, risiko penyakit parah dan kematian karena COVID-19 berkali-kali lebih tinggi daripada risiko efek samping vaksin," lanjutnya.

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Profesor Hindra Hingky Irawan menegaskan sampai saat ini tidak ada laporan kasus pembekuan darah karena vaksin AstraZeneca di Indonesia. Masyarakat diimbau waspada terhadap beberapa kemungkinan gejala, mulai dari pusing yang tak kunjung sembuh hingga nyeri di tungkai.

"Kalau pusing dikasih obat enggak membaik setelah 2 minggu, terus kalau ada sakit dada atau kesulitan napas, kalau misalnya sakit perut, nyeri tungkai, bengkak di tungkai, itu datang ke dokter untuk diperiksa," kata Prof Hindra pada detikcom.



Simak Video "Pria Jakarta Wafat Usai Divaksin AstraZeneca, Akibat Pembekuan Darah? "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)