Kamis, 08 Apr 2021 14:22 WIB

Eropa Kaitkan Vaksin Corona AstraZeneca dengan Pembekuan Darah, Ini Gejalanya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Corona AstraZeneca sudah tiba di Indonesia, berikut sejumlah negara yang sudah memakainya. Vaksin Corona AstraZeneca. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, komite keamanan dari Badan Obat Eropa (EMA) mengeluarkan pernyataan resmi soal keterkaitan antara vaksin Corona AstraZeneca dan kejadian pembekuan darah. Kondisi ini memang bisa saja terjadi sebagai efek samping langka setelah pemberian vaksin.

Menanggapi ini, Kepala Eksekutif Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan (MHRA) Dr June Raine mengatakan memang ada bukti yang menguatkan hubungan antara vaksin Corona dengan pembekuan darah. Tetapi, menurutnya risiko itu sangat kecil.

Sementara itu, profesor neurologi klinis dari Institut Neurologi UCL, Prof David Werring, menekankan perlu lebih banyak penelitian lagi terkait kondisi tersebut. Terutama untuk mengetahui siapa saja yang paling berisiko mengalami pembekuan darah setelah divaksinasi hingga sebab-akibatnya.

"Kami masih sangat membutuhkan lebih banyak penelitian untuk memahami individu mana yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami pembekuan darah yang tidak biasa ini di otak, meski sangat jarang, seringkali bisa berakibat fatal," jelas Prof Werring yang dikutip dari The Sun, Kamis (8/4/2021).

"Meskipun sebagian besar kasus terjadi pada wanita di bawah usia 60 tahun, ini bervariasi di berbagai negara dengan strategi vaksinasi yang berbeda, sehingga tidak memungkinkan faktor risiko tertentu (seperti usia atau jenis kelamin) untuk diidentifikasi," lanjutnya.

Meski begitu, Prof Werring tetap menekankan agar program vaksinasi harus terus dilanjutkan. Tetapi, ia juga mengarahkan agar orang-orang tetap perlu mewaspadai gejala dari pembekuan darah, terutama di otak, yang mungkin terjadi.

Terkait pembekuan darah, Dr Raine juga menyebutkan beberapa tanda atau gejala yang bisa saja muncul, yaitu:

  • Sakit kepala: Sakit kepala parah yang terjadi secara tiba-tiba atau progresif.
  • Adanya masalah neurologis: Masalah neurologis yang dimaksud misalnya mengalami kelemahan di wajah, lengan, atau kaki. Selain itu, mengalami gangguan bicara atau penglihatan, kebingungan, kantuk, hingga kejang-kejang.
  • Sesak napas: Seseorang bisa mengalami sesak napas saat terengah-engah atau kesulitan untuk menghirup udara seperti biasanya.
  • Nyeri dan bengkak: Kondisi ini bisa terjadi pada kaki, yang terlihat membengkak atau memerah.

Prof Werring mengatakan jika mengalami gejala-gejala tersebut antara 4-21 hari setelah vaksinasi, segeralah mencari pertolongan medis untuk mengatasinya.



Simak Video "Indonesia Juga Terima Vaksin AstraZeneca dari Prancis"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)