Senin, 12 Apr 2021 06:14 WIB

Stunting Bukan Cuma Soal Tinggi Badan, Jantung dan Kecerdasan Juga Terganggu

Vidya Pinandhita - detikHealth
ilustrasi tinggi badan anak Foto: iStock
Jakarta -

Indonesia kini tengah dihantui data yang menyebut 26,67 persen alias 1 dari 3 anak di Indonesia mengidap stunting. Bukan cuma soal badan pendek karena kurang gizi, stunting pula berimbas pada keterbatasan intelektual dan kondisi fisik buruk saat dewasa.

"Anak yang pendek tapi cerdas, itu jelas tidak stunting. 3 dampak tidak menguntungkan pada anak stunting, pertama pendek. Kedua, kemampuan intelektualnya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan lebih rendah daripada orang rata-rata," terang Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo, SpOG saat ditemui di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Lainnya, pengidap stunting atau gagal tumbuh berisiko tinggi mengalami penyakit kardiovaskular saat dewasa seperti jantung koroner dan stroke.

Ketidaksiapan suami-istri adalah penyebab utama stunting. Seringkali, ibu hamil secara tidak sengaja sampai-sampai tak menyadari 1 hingga 2 bulan pertama kehamilannya. Walhasil, pemenuhan gizi kandungan terganggu.

Banyak kasus, bayi stunting lahir dari ibu yang mengidap anemia atau kekurangan sel darah merah. Jika kehamilan terencana, anemia bisa diatasi lebih dulu dengan meminum obat penambah darah minimal sejak 3 bulan sebelum kehamilan.

"Janin umur 8 minggu sudah lengkap kepala, pundak, lutut, daun telinga. Misal perempuan telat mens 1 bulan, organ sudah terbentuk semua. Celakanya kalau ibu anemia, gangguan terjadi pada bulan pertama dan ibunya tidak tahu bahwa sedang hamil," imbuh dr Hasto.

Menurut dr Hasto, upaya pencegahan stunting bukan hanya penting dipahami ibu hamil, melainkan pula suami, bahkan remaja yang belum menikah.

Ia menyayangkan, masih banyak kasus stunting di Indonesia dilatarbelakangi pernikahan dini. Walhasil, istri hamil tanpa kesiapan yang matang baik dari segi finansial, gizi kandungan, serta kondisi fisik.

"(3 bulan sebelum menikah) Wanita harus diperiksa dulu berat badan, tinggi badan, status gizi. Kalau tidak memenuhi syarat untuk hamil, menikah boleh tapi hamil ditunda. Harus sehat dulu," pungkas dr Hasto.



Simak Video "Moms, Kenali Tanda-tanda dan Pencegahan Stunting Pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)