Senin, 12 Apr 2021 12:00 WIB

RSAB Harapan Kita Pisahkan Kembar Siam Dempet Tulang Ekor Naifa-Nayyara

Vidya Pinandhita - detikHealth
Bayi Kembar Siam Naifa-Nayyara Bayi kembar siam Naifa-Nayyara. (Foto: Tangkapan layar/RSAB Harapan Kita)
Jakarta -

Bayi kembar siam Naifa dan Nayyara baru saja menjalani operasi koreksi alias pemisahan di RSAB Harapan Kita, Jakarta. Bayi kembar siam dempet anus ini memiliki kondisi yang amat kompleks, sehingga proses operasi ini membutuhkan waktu hingga 25 jam.

"Kami melakukan operasi koreksi pada kembar siam Naifa dan Nayyara, dikerjakan oleh tim dokter spesialis dan subspesialis RSAB Harapan Kita, dibantu teman-teman dari RS Kanker Dharmais, RS Cipto Mangunkusumo, RS Carolus, RS Adhyaksa, dan puskesmas TNI," terang direktur utama RSAB Harapan Kita, Dr dr Didi Danukusumo, Sp.OG(K) dalam konferensi pers virtual, Senin (12/4/2021).

Ia menyebut, operasi ini dilakukan oleh tim berisi 131 orang, dengan 39 di antaranya dokter spesialis.

Naifa dan Nayyara berusia 14 minggu, adalah anak adalah anak dari pasangan Yudi Saputra dan Fitriyah, berasal dari Cibinong, Jawa Barat.


Sejak awal perawatannya, Naifa dan Nayyara ditangani oleh RSAB Harapan Kita. Akibat pandemi, operasi koreksi untuk Naifa dan Nayyara terpaksa diundur beberapa kali. Namun setelah persiapan matang, operasi berlangsung mulai Sabtu (10/4/2021) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (11/4/2021) pukul 08.00 WIB.

"Kelainannya adalah dempet di daerah tulang ekornya. Itu bukan sesuatu yang mudah. Kasus ini adalah kasus pertama buat kami," terang ketua medis dr Alexandra, SpBP selaku Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP).

Ia menjelaskan, kembar siam Naifa dan Nayyara mengalami penempelan tulang ekor dan medula spinalisa. Pada bagian bawah, hanya terdapat 1 anus, namun ada 2 rectum. Pada bagian alat kelamin, terdapat 2 vagina, namun saling menempel.

Dokter spesialis anestesi dr Abdul Mu'nim Umar Sp.An menambahkan, kendala terbesar dalam proses operasi koreksi ini adalah pendarahan dan hipotermia atau suhu terlalu rendah. Akan tetapi, kendala yang terjadi sudah terprediksi dalam tahap persiapan sehingga bisa diantisipasi dengan baik.

"Sesuai yang diantisipasi, terjadi pendarahan sehingga kami sudah siapkan darah dan plasma sejak awal," jelas dr Abdul.

Sampai pagi ini, kedua bayi masih dalam pemantauan ketat.



Simak Video "Pasca Rekonstruksi Payudara, Apakah Masih Bisa Menyusui?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)