Senin, 12 Apr 2021 10:50 WIB

India Setop Ekspor Obat COVID-19, Stok Remdesivir Indonesia Aman?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Antivirus Remdesivir Disebut Berdampak Signifikan Terhadap Pemulihan Pasien COVID-19 Ilustrasi remdesivir. (Foto: DW (News)
Jakarta -

Kasus COVID-19 kembali melonjak, India kini melarang ekspor remdesivir untuk perawatan pasien Corona. Menurut Kementerian Kesehatan India, kebutuhan obat antivirus ini dibutuhkan dalam beberapa hari ke depan.

"Ada potensi peningkatan lebih lanjut terkait kebutuhan ini dalam beberapa hari ke depan," kata kementerian dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa larangan ekspor remdesivir akan berlaku hingga situasi membaik, dikutip dari AFP, Senin (12/4/2021).

Seperti diketahui, India juga mengekspor produksi remdesivir mereka ke Indonesia. Perusahaan farmasi generik ternama di India, Hetero, bekerja sama dengan Kalbe, mendistribusikan obat remdesivir covifor di RI.

Adakah imbas pelarangan ekspor remdesivir India pada stok di Indonesia?

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) dr Siti Nadia Tarmizi menyebut stok remdesivir sejauh ini aman.

"Stok remdesivir masih cukup ya," jelas dr Nadia saat dihubungi detikcom Senin (12/4/2021).

dr Nadia berharap tidak banyak kasus Corona yang membutuhkan obat remdesivir. Terlebih, obat tersebut kebanyakan memang dieskpor dari India.

"Paling banyak dari India. Semoga tidak banyak kasus yang membutuhkan," lanjutnya.

Seperti diketahui, remdesivir sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Obat ini hanya bisa diperoleh saat pasien Corona dirawat di RS.

Remdesivir juga tidak dijual bebas di apotek dan hanya ditujukan bagi pasien Corona kritis.



Simak Video "Kok Bisa Harga PCR Covid-19 di India Cuma Rp 100 Ribuan?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)