Selasa, 13 Apr 2021 12:54 WIB

Menkes Ungkap Alasan RI Pilih 4 Jenis Vaksin Corona, Termasuk Besutan China

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sejumlah tokoh agama dan guru di Kota Sidoarjo menjalani vaksinasi perdana vaksin AstraZeneca. Pelaksanaan vaksinasi itu ditinjau langsung Presiden Joko Widodo. Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan mengapa Indonesia memilih empat jenis vaksin Corona termasuk besutan China yaitu vaksin Sinovac. Ia menyoroti mitigasi risiko hingga kemudahan akses ke setiap negara.

"Vaksin di Indonesia ada empat, sengaja kita bikin 4 supaya risikonya kita bisa mitigasi kalau ada satu hal yang tidak kita inginkan terhadap salah satu vaksin," bebernya dalam live di kanal YouTube BPOM RI, Selasa (13/4/2021).

"Kita memiliki akses dari Sinovac ke China, kita memiliki akses Astrazeneca dari Inggris, kita memiliki akses Novavax dari Kanada, kita memiliki akses Bio-NTech Pfizer dari Jerman," lanjutnya.

Keputusan ini menurutnya langkah yang tepat saat Indonesia saat perjanjian pasokan vaksin Corona ke RI mengalami sejumlah kendala. Seperti yang terjadi pada vaksin AstraZeneca, terhalang embargo karena India sedang mengalami lonjakan kasus COVID-19.

"Dan itu terjadi temen-temen, kita tahu sekarang AstraZeneca tidak bisa keluar dari India, karena India kasusnya sangat tinggi. Sehingga mereka merasa semua vaksin yang mereka produksi harus dipakai untuk warganya terlebih dahulu," kata Budi.

Penundaan distribusi vaksin AstraZeneca dari India menurutnya hal yang wajar. Namun, akibatnya tentu berimbas pada kesulitan banyak negara yang belum bisa 'mandiri' memproduksi vaksin COVID-19 termasuk Indonesia.

"Akibatnya terdampak pada resilience kemandirian, terhadap kedaulatan-kedaulatan di banyak negara termasuk Indonesia," pungkasnya.



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)