Selasa, 13 Apr 2021 15:10 WIB

Vaksin COVID-19 Terbatas, Menkes Akui Terlambat Bikin Vaksin Anak Bangsa

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui Indonesia terlambat dalam mewujudkan kemandirian vaksin dengan mengembangkan dan memproduksi vaksin COVID-19 karya anak bangsa secara massal.

Hasilnya, Indonesia harus siap untuk menghadapi kendala ketersediaan stok vaksin yang saat ini menjadi rebutan di berbagai negara. Tak hanya itu, Indonesia juga diketahui terdampak embargo vaksin dari India, yang menyebabkan negara ini kehilangan 10 juta dosis vaksin gratis dari GAVI pada April 2021 ini.

"Kita walaupun agak terlambat, ya kita lakukan sekarang. Karena kita sangat membutuhkan vaksin-vaksin asli Indonesia agar bisa mengatasi masalah resiliensi," jelas Menkes Budi dalam dalam live di kanal YouTube BPOM RI, Selasa (13/4/2021).

Meski begitu, Menkes Budi tetap meminta dukungan pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk tetap bekerja sama dalam mengawasi dan mengevaluasi penelitian terkait vaksin maupun obat COVID-19.

"Saya mendengar bahwa di setiap penelitian, ada namanya lembah kematian, di mana hasil penelitian itu kemudian gagal terealisasi. Nah, itu salah satu tugas negara, kita menggandeng para peneliti melewati lembah kematian dengan aman," ujarnya.

(sao/up)