Rabu, 14 Apr 2021 21:01 WIB

Pakar Imunisasi: Insyaallah Vaksin Tetap Aman Meski Berpuasa

Alfi Kholisdinuka - detikHealth
Lansia vaksin Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Pakar Imunisasi Dewasa Dr. dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI mengatakan berdasarkan penelitian, puasa memiliki manfaat kesehatan. Bahkan puasa juga tidak menghalangi proses pembentukan daya tubuh setelah vaksinasi.

"Puasa semula hanya dianggap sebagai kewajiban agama tetapi kemudian setelah semakin banyak ilmuwan melakukan penelitian ternyata baik juga untuk kesehatan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (14/4/2021).

Dia menambahkan hasil penelitian juga menyebutkan jika seseorang menjalani puasa setidaknya 8 jam, jumlah nutrisi dalam darah yang mengalami penurunan yang membuat zat toksik dalam tubuh dibersihkan. Puasa juga membuat sel yang berperan membentuk antibodi menjadi aktif. Sehingga, jika vaksinasi dilakukan saat puasa tidak akan menghalangi pembentukan daya tahan tubuh.

"Sehingga kalau ada pertanyaan vaksinasi di bulan puasa ini merugikan atau tidak, tentu jawabnya tidak. Dengan berpuasa pembentukan antibodi tidak terganggu justru malah antibodi meningkat," imbuh dr. Gatot dalam dialog #TanyaIDI bertajuk 'Amankah Vaksinasi Saat Berpuasa?'

Dalam kesempatan yang sama, Ketua IDI Wilayah Aceh Dr. dr. Safrizal Rahman, Sp.OT, M.Kes menuturkan vaksinasi tetap jalan pada bulan Ramadhan. Saat ini yang umumnya datang untuk divaksinasi siang hari ini adalah yang sudah menyelesaikan tahap pertama dan tinggal melaksanakan vaksin tahap kedua.

Dia menyebut meski ada penurunan vaksinasi, jumlah tersebut bukan karena masyarakat khawatir soal vaksinasi membatalkan puasa atau tidak. Apalagi sudah ada fatwa MUI yang menegaskan vaksinasi tidak membatalkan puasa. Tetapi lebih dampak yang ditimbulkan oleh vaksin yang dilakukan dalam bulan puasa.

"Misalnya badan lemas setelah divaksinasi," ujar dr. Safrizal.

Terkait hal ini, dr.Gatot menjelaskan efek samping yang membuat badan lemas setelah vaksinasi memang ada. Namun angkanya sangat kecil sekali secara presentasi yakni sekitar 0,5 - 2% dari yang melakukan vaksin. Sehingga seharusnya tidak sampai membuat orang menunda vaksinasi kalau sudah waktunya.

"InsyaAllah vaksin tetap aman meski berpuasa," ungkap dr.Gatot.

Dia juga mengatakan gejala vaksin berbeda pada setiap orang bisa juga disebabkan rasa khawatir atau takut yang berlebihan ketika akan divaksinasi. Kadang efek samping yang ditimbulkan tidak ada hubungannya dengan vaksin.

"Itu namanya mengalami immunization stress related responses," pungkasnya.



Simak Video "Pemerintah Pastikan Ketersediaan Vaksin untuk Indonesia Cukup"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)