Jumat, 16 Apr 2021 18:03 WIB

Busui Harus Tahu! 7 Makanan Penyebab 'Alergi ASI' pada Bayi

Ardela Nabila - detikHealth
Mother with mask breastfeeding her little baby Ilustrasi menyusui (Foto: Getty Images/isayildiz)
Jakarta -

Air susu ibu (ASI) tentunya memiliki berbagai manfaat bagi pertumbuhan bayi. Pasalnya, ASI memang menawarkan nutrisi lengkap yang bisa mempengaruhi kesehatan, pertumbuhan, kekebalan, serta perkembangan sang buah hati.

Akan tetapi, terkadang pada beberapa kasus, bayi justru menunjukkan reaksi, seperti alergi, usai mengonsumsi ASI. Hal ini tentunya membuat para ibu khawatir dan berpikir apakah hal tersebut terjadi karena makanan dan minuman yang sang ibu konsumsi?

Saat masa menyusui, protein memang merupakan salah satu kandungan penting yang dapat meningkatkan pasokan ASI. Artinya, saat menyusui kebutuhan protein harian para ibu akan meningkat secara signifikan.

Meski jarang terjadi, sejumlah makanan dan minuman dengan protein nabati atau hewani yang terkandung dalam ASI dapat menimbulkan reaksi alergi ke bayi, lho. Beberapa alergen makanan yang paling sering dijumpai adalah susu sapi, telur, kedelai, dan jagung.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan pada 100 bayi dengan dugaan alergi makanan, sebanyak 65 persen kasus ternyata berasal dari produk susu. Sementara produk lainnya adalah kacang tanah, kacang pohon, gandum, dan coklat.

Menurut konsultan laktasi bersertifikat Rebecca Agi, MS, IBCLC, anak yang mengalami respons alergi terhadap sesuatu yang diturunkan melalui ASI jarang terjadi. Sebab, menyusui biasanya tidak menyebabkan alergi atau kepekaan terhadap makanan pada bayi.

"Tersangka yang paling mungkin, jika hal ini terjadi, adalah respons terhadap susu sapi dalam makanan ibu. Meskipun hanya sejumlah kecil protein dari susu sapi yang diteruskan ke anak melalui ASI, dalam kasus yang jarang terjadi, hal itu dapat memicu respons alergi pada anak yang menyusui," ujar Agi, dikutip dari HaiBunda.

Ketika bayi menunjukkan respons alergi, biasanya akan muncul sejumlah gejala yang akan dirasakan oleh bayi, seperti sakit perut, tidak berhenti menangis, pola tidur memburuk, ruam popok akut, muntah, diare kronis, eksim, gatal-gatal, pucat yang ekstrim, dan radang usus besar.

Agi mengatakan, alergi susu sapi yang didapat saat bayi menyusui relatif jarang terjadi, yaitu kurang dari 1 persen bayi yang disusui. Oleh sebab itu, jika bayi mengalami gejala-gejala di atas, maka harus melakukan pemeriksaan ke dokter.

Dulu, ibu menyusui biasanya akan dihimbau untuk menghindari beberapa konsumsi makanan yang paling sering menyebabkan alergi. Meskipun begitu, penelitian baru lainnya menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara diet eksklusi ibu dengan pencegahan alergi.

Namun, untuk berjaga-jaga, para ibu menyusui bisa menghindari beberapa makanan ini, yaitu kacang tanah, telur, susu, kedelai, gandum, kacang-kacangan, dan kerang. Di sisi lain, bagi ibu yang tidak memiliki alergi terhadap makanan tersebut, kata Agi, maka tidak boleh menghindari makanan seperti produk susu dan kacang-kacangan saat menyusui.

Saat sudah menghindari makanan penyebab alergi, tetapi alergi tetap muncul, para ibu bisa mempertimbangkan untuk beralih ke susu formula bebas alergen. Tetapi sebenarnya, bisakah bayi alergi terhadap ASI?

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Begini Cara Aman Menyusui Bayi dari Ibu yang Positif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)