Sabtu, 17 Apr 2021 13:03 WIB

Pasien Corona di India Ceritakan Harus Tunggu 3 Hari untuk Tes PCR

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
A nine year old boy, left, in personal protective equipment performs rituals during the cremation of his father who died of COVID-19 in Gauhati, India, Monday, Sept. 28, 2020. India’s confirmed coronavirus tally has reached 6 million cases, keeping the country second to the United States in number of reported cases since the pandemic began. (AP Photo/Anupam Nath) Foto: AP/Anupam Nath
Jakarta -

Akhilesh Mishra mulai demam dan batuk Kamis (8/4/2021) lalu, tetapi awalnya dia mengira itu hanya flu biasa. Ia mulai khawatir ketika keesokan harinya, sang ayah, Yogendra, mengalami gejala serupa.

Keduanya akhirnya memutuskan untuk melakukan tes PCR COVID-19, namun jadwalnya baru tersedia tiga hari kemudian, saking banyaknya antrian untuk pemeriksaan Corona. Mereka akhirnya mendapatkan slot tes PCR pada Minggu (11/4/2021).

Saat diperiksa, Yogendra sedang demam tinggi dan dokter menasehatinya untuk mencari tempat tidur rumah sakit, yang ternyata merupakan tugas berat lainnya. Mereka ditolak oleh banyak rumah sakit swasta di kota Noida dan juga di ibu kota, Delhi.

Keluarga itu akhirnya berhasil mendapatkan tempat tidur untuknya di sebuah rumah sakit swasta di Delhi dan dia sekarang sudah mulai pulih.

"Saya merasa tertekan," kata Akhilesh Mishra kepada BBC.

"Saya takut dia akan mati tanpa mendapatkan perawatan. Tidak ada anak laki-laki yang harus melalui apa yang saya alami. Setiap orang harus memiliki akses yang sama ke perawatan," tambahnya.

Kisah Akhilesh Mishra juga terjadi di banyak keluarga di India. Tak sedikit anggota keluarga yang berjuang untuk mendapatkan tempat tidur, atau obat-obatan penyelamat hidup atau tabung oksigen, di seluruh India.

Orang juga harus menunggu beberapa jam untuk tes COVID-19 di laboratorium di banyak kota, termasuk Delhi. Dan hasilnya akan datang setelah 48-72 jam.

"Saya mengalami gejala selama tiga hari dan itu membuat saya cemas karena harus menunggu 2-3 hari untuk mendapatkan hasilnya," kata seorang pria berusia 35 tahun di laboratorium di Noida.

Akibat kenaikan kasus COVID-19 di India, ibukota New Delhi melakukan lockdown pada Sabtu (17/4/2021). Kasus Corona di India terus cetak rekor dengan peningkatan 234.692 pasien.

Rumah sakit kekurangan oksigen dan obat-obatan, yang mendorong masyarakat mencarinya di pasar gelap.

Dalam tren kasus baru yang sangat mengkhawatirkan, dokter mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah melihat peningkatan jumlah pasien COVID-19 berusia di bawah 45 tahun, termasuk anak-anak.

"Tahun lalu, tidak ada anak yang menunjukkan gejala," kata Khusrav Bajan, konsultan di Rumah Sakit Nasional PD Hinduja Mumbai.



Simak Video "Tim Satgas Indonesia Soroti Lonjakan Kasus Corona di India"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)