Minggu, 18 Apr 2021 09:00 WIB

Terungkap, Begini Efektivitas Vaksin Corona Sinovac di 'Dunia Nyata'

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Vaksin Covid: Apa perbedaan vaksin China, Sinovac dan Sinopharm serta merek-merek lain? Foto: BBC World
Jakarta -

Efektivitas vaksin COVID-19 Sinovac terungkap dalam studi baru di Chili. Usai vaksinasi berjalan, vaksin Sinovac disebut terbukti 67 persen efektif mencegah kasus COVID-19 bergejala.

Sementara untuk mencegah kasus COVID-19 berat yang membutuhkan rawat inap, efektivitasnya mencapai 85 persen. Kemudian, untuk mencegah kasus kematian akibat COVID-19 angka efektivitas berada di 80 persen.

"Ini adalah 'game changer' untuk vaksin Sinovac dan saya pikir itu meratifikasi cukup grafis diskusi tentang kemanjurannya," kata Rodrigo Yanez, wakil menteri perdagangan Chili, kepada Reuters, menyebut hal ini membantu WHO segera memberikan izin EUL.

Studi 'dunia nyata' di Chili melibatkan 10,5 juta warganya yang sudah divaksinasi dan belum menerima vaksin Corona. Interval vaksin Corona Sinovac atau pemberian dosis kedua rata-rata berada di 28 hari.

Studi di Chili mengamati dampak vaksinasi Sinovac sejak 2 Februari-1 April, menyesuaikan dengan usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, pendapatan, dan kebangsaan. Namun, yang menjadi persoalan, perlindungan pada kasus kematian COVID-19 tampak lebih rendah dari angka yang didapatkan di uji klinis.

Pada uji klinis vaksin Sinovac, vaksin Corona disebut mampu 100 persen mencegah kasus kematian akibat COVID-19. Sementara pada analisis dunia nyata, efektivitas menurun, berada di 80 persen.

Menurut para ahli, hal ini harus diperhatikan mengingat tak sedikit negara yang menghadapi gelombang kedua COVID-19 dengan kondisi lebih parah.

Rafael Araos, pejabat kesehatan masyarakat Chili yang mempresentasikan penelitian tersebut, menegaskan studi tak khusus melihat hasil atau dampak vaksinasi COVID-19 Sinovac pada beragam varian Corona termasuk P1 yang pertama kali diidentifikasi di Brasil.



Simak Video "Rekomendasi Baru Sinovac soal Penggunaan Vaksin Corona Buatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)