Minggu, 18 Apr 2021 12:00 WIB

Terlena Saat Dekati Herd Immunity, India Kini Diterjang 'Tsunami' COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
A nine year old boy, left, in personal protective equipment performs rituals during the cremation of his father who died of COVID-19 in Gauhati, India, Monday, Sept. 28, 2020. India’s confirmed coronavirus tally has reached 6 million cases, keeping the country second to the United States in number of reported cases since the pandemic began. (AP Photo/Anupam Nath) Corona di India. (Foto: AP/Anupam Nath)
Jakarta -

Usai sempat mereda, kini India dilanda tsunami kasus virus Corona COVID-19. Per Sabtu (17/4/2021), India melaporkan 260.778 kasus baru COVID-19 berdasarkan catatan Worldometers.

Pakar India menyebut tampaknya varian baru Corona menular lebih cepat, saat kebanyakan warga India juga tak lagi mengkhawatirkan bahaya COVID-19. Bagaimana tidak, ratusan orang nekat menggelar pesta pernikahan besar-besaran selama beberapa bulan terakhir.

Disusul kebudayaan mandi bersama para warga soal ritual menghapus dosa. Di sisi lain, warga India juga tampak santai beraktivitas tanpa menggunakan masker dan kerap berkerumun di fasilitas umum seperti pasar.

Belum lagi soal demonstrasi politik dalam pemilihan yang sedang berlangsung di India, tepatnya di Tamil Nadu, yang melibatkan ribuan orang. Pakar melihat, gelombang kedua Corona India yang tengah dihadapi justru lebih parah dari gelombang pertama COVID-19.

"Orang-orang menjadi sangat terlena, bertindak seolah-olah virus itu telah hilang, yang tidak masuk akal," kata Senthil, ahli urologi di Coimbatore, Tamil Nadu, dikutip dari The Guardian.

"Sekarang kami mengalami gelombang infeksi virus Corona yang jauh lebih buruk daripada yang pertama dan skala penyebarannya semakin buruk. Di Tamil Nadu, hanya dibutuhkan waktu 15 hari untuk mencapai tingkat kasus yang sama di rumah sakit yang merupakan puncaknya terakhir kali. Di kota-kota besar di negara bagian, rumah sakit sudah hampir penuh."

India terus mencetak rekor harian setiap harinya, melampaui Brasil yang juga tengah berjuang melawan gelombang baru Corona.

Mayat bertumpuk di luar rumah sakit

Bak mimpi buruk, selama akhir pekan mayat-mayat tampak bertumpuk di luar rumah sakit pemerintah India, Raipur. Sebab, begitu banyak pasien Corona yang tak mampu bertahan dan meninggal berbarengan akibat Corona, hingga tak mungkin dikremasi secara cepat.

Di Surat, negara India bagian Gujarat, krematorium dipenuhi oleh korban virus Corona sehingga banyak keluarga mulai membakar jenazah mereka di tempat terbuka.

"Kasus tsunami yang parah ini telah membanjiri infrastruktur perawatan kesehatan di negara bagian itu," kata Dr Shashank Joshi, anggota gugus tugas Mumbai COVID-19 India.

"Kali ini kami melihat orang-orang yang lebih muda antara 20 dan 40 mengalami dampak serius dan bahkan anak-anak sekarang dirawat di rumah sakit dengan gejala yang parah. Kapasitas sistem perawatan kesehatan untuk bertahan semakin menyusut."

Kehabisan pasokan oksigen

Sejumlah rumah sakit kesulitan mendapat pasokan oksigen yang akhirnya membuat banyak nyawa tak terselamatkan. Diceritakan Kshitij Thakur, seorang politisi lokal di kotamadya Vasai-Virar di Maharashtra, ia membuat permohonan publik yang putus asa untuk membantu mengatasi kekurangan oksigen 'akut' di rumah sakit pemerintah setempat.

"Pasokan hanya dapat berjalan selama tiga jam," kata Thakur dalam tweet yang ditujukan kepada pemerintah pusat dan perdana menteri Narendra Modi.

"Ada lebih dari 7.000 kasus aktif di daerah tersebut dan lebih dari 3.000 orang membutuhkan suplai oksigen setiap hari."

Kasus COVID-19 tetap meningkat meskipun sudah vaksinasi. Apa yang terjadi di India? Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Jerman Kirim Alat Kesehatan untuk Hadapi 'Tsunami Corona' di India"
[Gambas:Video 20detik]