Senin, 19 Apr 2021 19:00 WIB

Menkes Akui Target Vaksinasi COVID-19 Harian Berkurang, Ini Sebabnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
MUI keluarkan fatwa vaksinasi COVID-19 tak batalkan puasa. Oleh karena itu vaksinasi COVID-19 di bulan Ramadhan tetap gencar dilakukan di Ibu Kota. Vaksinasi COVID-19 di bulan Ramadhan diprediksi berkurang. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Di bulan Ramadhan ini, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengaku tengah mengurangi target vaksinasi COVID-19 harian. Hal ini karena stok vaksin COVID-19 yang diperkirakan akan berkurang.

Jika sebelumnya target vaksinasi harian mencapai 500 ribu, jatah itu berkurang menjadi 250 sampai 300 ribu.

"Puasa ini agak turun sekitar 250-300 ribu, tapi pas juga karena ada supply. Sehingga yang tadinya kita harapkan memiliki 15 juta dosis vaksin di April, mungkin turun antara 8-10 juta dosis," jelas Budi dalam webinar melalui YouTube PB IDI, Minggu (19/4/2021).

Menkes Budi mengatakan pengurangan ini dilakukan agar vaksinasi bisa tetap berlangsung selama sebulan, hingga stok vaksin kembali tersedia di bulan berikutnya.

Selain itu, Menkes Budi juga telah menargetkan akan menambah rata-rata jumlah vaksinasi harian menjadi 750 ribu pada bulan Mei dan Juni. Jumlah itu akan terus ditingkatkan hingga mencapai 1 juta vaksinasi per hari mulai bulan Juli dan Agustus mendatang.

"Dan Juli akan 1 sampai 1,3 juta per hari. Karena, memang saat itu jumlah vaksin akan datang lebih banyak," ungkapnya.

Meski begitu, Menkes Budi mengaku senang karena Indonesia tidak terdampak embargo atau penahanan vaksin yang dilakukan Inggris dan Amerika. Saat ini, Indonesia tengah bekerja sama dengan empat negara yang memproduksi vaksin, yaitu Sinovac (China), AstraZeneca (Inggris), Novavax (Amerika-Kanada), dan Pfizer (Jerman).



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)