Selasa, 20 Apr 2021 11:38 WIB

Rio Reifan 4 Kali Terciduk, Ini Penyebab Kecanduan Narkoba Bisa Kambuh

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Rio Reifan di Polda Metro Jaya Rio Reifan kembali ditangkap polisi karena dugaan penyalahgunaan narkoba. (Foto ilustrasi: Samsuduha Wildansyah)
Jakarta -

Artis Rio Reifan kembali berurusan dengan pihak kepolisian. Ia ditangkap karena dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, ini sudah keempat kalinya Rio Reifan ditangkap karena kasus narkoba.

"Iya, kalau tidak salah ini sudah yang keempat kalinya," ucap Yusri, Selasa (20/4/2021).

Dijelaskan, Rio Reifan ditangkap pertama kali terkait penyalahgunaan narkoba pada Januari 2015. Kemudian ia kembali ditangkap pada Agustus 2017. Tak juga jerah, artis berusia 36 tahun itu kembali ditangkap pada Agustus 2019.

Mengapa mantan pecandu narkoba bisa kambuh lagi?

Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, dr Diah Setia Utami, SpKJ, ada beberapa faktor penyebab seorang mantan pecandu narkoba bisa kambuh lagi, di antaranya sebagai berikut.

1. Jenis zat

Menurut dr Diah, ada dua jenis zat narkotika yang paling sering disalahgunakan oleh pecandu, yaitu jenis opioid dan ATS (amphetamine-type stimulant). Dua jenis zat inilah yang bisa memicu para pecandu narkoba kambuh lagi.

"Opioid itu heroin atau morfin. Sementara ATS yang paling sering digunakan adalah ganja atau sabu," kata dr Diah, yang juga pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), beberapa waktu lalu.

2. Komplikasi medis

dr Diah menjelaskan bahwa mantan pecandu narkoba yang sebelumnya memiliki gangguan kesehatan, terutama gangguan jiwa, sangat rentan untuk kambuh.

"Misalnya sebelum pakai narkoba pasien sudah dari awalnya sangat depresi, atau ternyata pasien mengidap bipolar. Ketika fase manik ingatnya narkoba, ketika depresi apalagi yang diingat narkoba. Tentunya kemungkinan untuk kambuh lebih besar," ujar dr Diah.

3. Tingkat penggunaan

Pengguna narkoba terbagi menjadi tiga kategori, yakni experimental user, recreational user, dan addict user. Menurut dr Diah, apabila si pemakai tak direhabilitasi secara tepat, maka risiko untuk kambuh lagi lebih besar.

"Nah kalau dia sudah addict tapi diberikan pengobatan layaknya experimental user, tentu tidak tepat. Kemungkinan untuk kambuhnya juga lebih besar karena proses rehabilitasinya tidak sesuai," tandasnya.

4. Kurang dukungan keluarga

Selain tiga faktor di atas, kurangnya dukungan keluarga juga bisa meningkatkan risiko mantan pecandu narkoba untuk kambuh lagi. dr Diah mengatakan ada dua hal yang perlu diperhatikan oleh keluarga terkait hal ini, yaitu:

  • Keluarga harus tahu soal kecanduan atau adiksi narkoba
  • Keluarga harus bisa menerima mantan pecandu narkoba sebagai dirinya sendiri yang apa adanya.

"Tapi kalau keluarga nggak dukung, sedikit-sedikit dituduh maling kalau ada barang hilang, sering curiga, ya pecandu akan merasa tidak dihargai dan tak betah di rumah. Ujung-ujungnya kembali bergaul dengan teman-teman lama dan kembali menjadi pengguna narkoba," jelasnya.



Simak Video "Penjelasan Dokter soal Coki Pardede Nyabu Lewat Anal Berisiko HIV"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)