Selasa, 20 Apr 2021 18:30 WIB

Duh, Euforia Vaksinasi Bikin COVID-19 RI Naik 14 Persen!

Ayunda Septiani - detikHealth
Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID 19 pada tenaga pendidik di SMP 216, Jakarta Pusat, Selasa (6/4/2021). Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito memaparkan data sebaran kasus Corona di Indonesia. Dalam sepekan terakhir, terjadi kenaikan kasus sebesar 14,1 persen.

Kenaikan kasus itu terjadi usai sepekan sebelumnya kasus COVID-19 mingguan mengalami penurunan.

Prof Wiku menduga peningkatan ini terjadi dalam periode 12 hingga 18 April lalu lantaran euforia vaksinasi yang dilakukan.

Selain itu, Prof Wiku juga menyebut peningkatan juga terjadi akibat merosotnya tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Adapun penambahan kasus positif dan kematian ini terjadi bisa karena dampak dari libur paskah 4 april lalu dan menurunnya kepatuhan protokol kesehatan yang mungkin terjadi karena euforia vaksinasi," papar Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (20/4).

Prof Wiku merinci lima provinsi dengan kenaikan kasus COVID-19 tertinggi pada pekan ini, yaitu Jawa Barat yang naik 2.276 kasus dibandingkan pekan sebelumnya. Kemudian Jawa Tengah naik 1.203 kasus dalam sepekan, Riau 346 kasus, DKI Jakarta 346 kasus, dan Nusa tenggara Timur naik 266 kasus dalam sepekan.

Tak hanya peningkatan pada jumlah kasus positif, kasus kematian akibat Corona juga mengalami kenaikan sebesar 4,2 persen. Pada periode 5 hingga 11 April kasus kematian turun menjadi 850 kasus dibandingkan pekan sebelumnya. Lalu pada periode 12-18 April naik menjadi 892 kasus kematian dalam sepekan.



Simak Video "Vaksinasi COVID-19 Saat Berpuasa, Perlukah Persiapan Khusus?"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)