Kamis, 22 Apr 2021 06:41 WIB

Studi Temukan Kasus Corona 'Eek' Menginfeksi Orang yang Sudah Divaksin

Firdaus Anwar - detikHealth
Scientists are done research on vaccine in laboratory with test tubes on Covid19 Coronavirus type for discover vaccine. Foto: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum
Jakarta -

Meski resikoya kecil, orang yang sudah divaksinasi masih bisa terinfeksi COVID-19. Peneliti menyebut kejadian ini sebagai "breakthrough infection" dan diamati terjadi pada dua di antara 417 orang di Rockefeller University yang mendapat vaksin Corona Pfizer atau Moderna.

Peneliti menyebut risiko kejadian breakthrough infection sebetulnya minim, hanya sekitar 0,5 persen dari responden. Hanya saja yang menjadi catatan adalah dua kasus infeksi tersebut disebabkan oleh varian.

"Pengamatan ini dilakukan bukan untuk meremehkan upaya vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah Amerika Serikat," tulis peneliti dalam New England Journal of Medicine.

"Pengamatan dilakukan sebagai bentuk dukungan dalam mengembangkan booster vaksin (begitu juga vaksin pan-coronavirus) yang bisa memberikan perlindungan lebih terhadap varian," lanjutnya.

Salah satu varian Corona yang menyebabkan dua kasus breakthrough infection ini adalah B1351 dari Afrika Selatan yang mengandung mutasi E484K atau "Eek". Mutasi Eek jadi perhatian peneliti karena diduga membuat virus menjadi lebih sulit dilawan oleh antibodi yang dihasilkan oleh beberapa vaksin.

Kasus infeksi pertama diketahui terjadi pada wanita berusia 51 tahun setelah 19 hari mendapatkan dosis kedua vaksin Moderna. Kasus infeksi kedua dialami oleh wanita berusia 61 tahun sehat, setelah lebih dari sebulan mendapatkan dosis kedua vaksin Pfizer.



Simak Video "Mutasi 'Eek' Masuk Indonesia, Satgas: Tingkatkan Disiplin Prokes"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)