Kamis, 22 Apr 2021 11:37 WIB

dr Kevin Samuel Minta Maaf Soal TikTok Persalinan, Ini Katanya

Vidya Pinandhita - detikHealth
dr Kevin Samuel Marpaung dr Kevin Samuel Marpaung minta maaf soal TikTok kontroversialnya (Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth)
Jakarta -

Konten Tiktok kontroversial dr Kevin Samuel menuai kecaman, dianggap melecehkan perempuan. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah menjatuhkan sanksi atas pelanggaran tersebut.

"Saya meminta maaf dan di video tersebut saya memang tidak berhati-hati. Saya tidak berpikir panjang untuk dampak ke depannya seperti apa. Saya minta maaf karena tidak berhati-hati membuat video tersebut.Sama sekali tidak ada terpikirkan oleh saya untuk melakukan hal-hal seperti yang dibilang (publik)," ujar dr Kevin dalam konferensi pers bersama IDI, Kamis (21/4/2021).

IDI secara tegas mengecam tindakan Kevin. Seluruh dokter di Indonesia diikat sumpah untuk senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat.

Menurut IDI, pelanggaran yang dilakukan dr Kevin Samuel ini tergolong pelanggaran kategori 1 dan 2 dengan penerapan sanksi selama 6 bulan.

Sebelumnya, Kevin menggunakan akun Tiktok bernama @dr.kepinsamuelmpg mengunggah video berdurasi 15 detik.

Dalam video tersebut, sambil berekspresi dan bergoyang ia berlagak sedang bercakap-cakap dengan perawat di ruang praktik, dan diminta untuk melakukan vaginal touche pada wanita hamil yang masih pembukaan 3.

Diketahui, Kevin Samuel belum berstatus sebagai dokter tetap atau pun spesialis kandungan. Ketika mengunggah video tersebut, ia sedang menjalani kerja magang sebagai dokter di rumah sakit.

Ulahnya dikecam publik, dinilai melecehkan perempuan dan membuat perempuan takut untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan berjenis kelamin laki-laki.
Dalam permohonan maafnya, ia mengakui bahwa tindakannya bertolak belakang dengan sumpah dokter yang telah dilakukannya.

"(Tindakan saya) bertolak belakang dengan apa yang telah saya sumpahkan sebagai dokter. Intinya dalam praktik sehari-hari seperti dokter lain akan mengikuti sumpah dan bekerja seprofesional mungkin," katanya.



Simak Video "Langgar Kode Etik, dr Kevin Samuel Kena Sanksi IDI "
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)