Kamis, 22 Apr 2021 13:15 WIB

Badai Corona di India: RS Penuh hingga Warga Meninggal di Ambulans

Ayunda Septiani - detikHealth
Otoritas India melaporkan lebih dari 73 ribu kasus virus Corona dalam sehari di wilayahnya. Total kasus Corona di India semakin mendekati angka 7 juta kasus. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: AP Photo)
Jakarta -

India saat ini mengalami gelombang kedua COVID-19. Negara bagian terpadat di India, Uttar Pradesh, termasuk yang paling terdampak dari gelombang kedua di negara itu.

Meski demikian, pihak berwenang setempat bersikeras mengatakan bahwa situasinya terkendali.

Dikutip dari laman BBC, seorang warga bernama Niranjan Pal Singh (58), meninggal dunia pada Jumat (16/4/2021) lalu di ambulans saat dibawa dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain.

Disebutkan Niranjan telah ditolak oleh empat rumah sakit karena kekurangan tempat tidur.

"Itu adalah hari yang menyayat hati bagi saya," jelas anak Niranjan, Kanwal Jeet Singh.

"Saya yakin jika dia menerima perawatan tepat waktu, dia akan hidup. Tapi tidak ada yang membantu kami, polisi, otoritas kesehatan atau pemerintah," tambahnya dia.

Dengan penduduk 240 juta orang, Uttar Pradesh menjadi negara bagian terpadat di India. Jika itu adalah negara yang terpisah, Uttar Pradesh mungkin akan menjadi negara terbesar kelima di dunia, tepat di belakang China, India, AS, dan Indonesia.

Ribuan infeksi baru dilaporkan setiap hari sehingga membuat infrastruktur kesehatan negara bagian itu pun menjadi sorotan.

Di antara pasien yang terinfeksi Corona adalah Kepala Menteri Yogi Adityanath, beberapa rekan kabinetnya, puluhan pejabat pemerintah, ratusan dokter, perawat, dan petugas kesehatan lainnya.

Video yang dibagikan oleh jurnalis lokal di Kanpur menunjukkan seorang pria sakit terbaring di tanah di tempat parkir rumah sakit Lala Lajpat Rai yang dikelola oleh pemerintah.

Di lokasi yang sama, seorang pria tua duduk di bangku rumah sakit. Keduanya dinyatakan positif COVID-19, tetapi rumah sakit tidak memiliki tempat tidur untuk menampung mereka.

Di luar rumah sakit Kanshiram yang dikelola oleh pemerintah, seorang wanita muda menangis ketika dia mengatakan bahwa dua rumah sakit menolak untuk menerima ibunya yang sakit.

"Mereka bilang mereka sudah kehabisan tempat tidur. Jika kamu tidak punya tempat tidur, taruh dia di lantai, tapi paling tidak beri dia perawatan. Ada banyak pasien seperti ibu saya," ungkap wanita itu.

"Kepala Menteri mengatakan ada tempat tidur yang cukup, tolong tunjukkan di mana mereka berada. Tolong perlakukan ibu saya," tutupnya.



Simak Video "Sukarelawan Terjun Langsung Jemput Jenazah COVID-19 di India"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)