Kamis, 22 Apr 2021 16:16 WIB

Kerap Jadi Hidangan Wajib, 3 Takjil Ini Sebaiknya Dihindari saat Berbuka

Ardela Nabila - detikHealth
Kolak, banana compote with sweet potato and kolang kaling Foto: Getty Images/iStockphoto/AmalliaEka
Jakarta -

Berbuka puasa dengan takjil atau makanan ringan umumnya tidak pernah terlewatkan di bulan Ramadhan. Selain minuman manis, takjil menjadi menu wajib untuk menemani waktu berbuka.

Hanya saja, meski rasanya enak, kebanyakan takjil yang disediakan di meja makan sebagai menu berbuka umumnya merupakan makanan yang tidak sehat. Apa saja takjil yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa?

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut 3 jenis takjil yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa.

Gorengan

Salah satu menu yang paling digemari orang Indonesia untuk berbuka adalah gorengan. Namun, sebaiknya kamu menghindari konsumsi gorengan untuk berbuka. Pasalnya, gorengan merupakan makanan dengan kandungan tinggi lemak, terutama lemak jenuh yang bisa menyebabkan obesitas, kolesterol tinggi, stroke, dan sakit jantung.

Namun, apabila kamu merasa kurang afdol jika tidak ada gorengan saat berbuka, dokter spesialis gizi dr Diana F Suganda, SpGK, MKes dari Rumah Sakit Pondok Indah mengatakan bahwa boleh mengonsumsi gorengan saat berbuka, namun intensitasnya harus dikurangi dan tidak boleh berlebihan.

Kolak

Kolak juga menjadi hidangan favorit banyak orang saat berbuka. Selain karena rasanya manis dan enak, isiannya yang beraneka ragam membuatnya semakin digemari. Meski demikian, kolak mengandung banyak gula yang tinggi kalori. Selain itu, kandungan santan yang ada pada kolak juga berpotensi menjadi lemak jenuh. Apabila dikonsumsi setiap hari, maka takjil ini berisiko menyebabkan obesitas dan diabetes.

Es buah

Meminum es buah saat berbuka puasa memang menyegarkan, terutama untuk melepas dahaga. Akan tetapi, kandungan sirup, gula, dan susu kental manis yang terdapat pada es buah mengandung tinggi kalori yang bisa menyebabkan kegemukan. Meski kandungan gula pada es buah bisa menggantikan kadar glukosa yang hilang, sebaiknya es buah dihindari atau tidak dikonsumsi berlebihan.



Simak Video "Kupas Mitos Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)