Kamis, 22 Apr 2021 20:59 WIB

Ledakan COVID-19 Bisa Dihindari, Ini yang Bisa Dipelajari RI dari India

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Pemerintah telah melarang mudik pada 6-17 Mei 2021. Kini, aturan perjalanan sebelum dan sesudah larangan mudik pun diperketat. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengingatkan untuk mematuhi aturan terkait penanganan pandemi Corona di Indonesia. Salah satunya adalah larangan mudik lebaran 2021.

Menurut Wiku, larangan mudik ini dibuat dengan berbagai pertimbangan dan pengalaman Indonesia dalam menghadapi COVID-19. Selain itu, ia juga mengatakan kebijakan ini diberlakukan setelah melihat lonjakan kasus Corona di dunia, salah satunya di India.

"Sebagai catatan adanya aturan terkait peniadaan mudik juga merupakan hasil dari pembelajaran dari lonjakan kasus di India beberapa waktu lalu," kata Wiku dalam konferensi pers BNPB, Kamis (22/4/2021).

Sebelumnya Wiku mengatakan bahwa sejumlah negara di dunia saat ini tengah menghadapi lonjakan kasus Corona. Misalnya, India dari pertengahan Februari 2021 hingga saat ini angka penularan kasusnya meningkat tajam.

"(India) Sejak pertengahan Februari hingga hari ini angka kasus positif melonjak sangat tajam, dari yang sebelumnya hanya sekitar 9.000 kasus baru menjadi lebih dari 300.000 kasus baru per harinya," jelasnya.

Kemudian, kata Wiku, Turki dan Brasil juga mengalami nasib yang sama. Disebutkan, tiga negara itu menjadi penyumbang kasus baru Corona terbanyak di dunia.

"Setengah dari total kenaikan kasus harian disumbangkan oleh tiga negara ini. Sebagai gambaran pada tanggal 21 April 2021, terjadi lonjakan kasus baru di tingkat global sebesar 880.000 kasus, di mana di antaranya 450.000 kasus atau lebih dari 50 persen disumbangkan dari India, Brasil, dan Turki," ungkapnya.

Wiku mengatakan bahwa tren kasus di Indonesia saat ini tren mengalami penurunan, namun bukan berarti lonjakan kasus Corona tidak akan terjadi di Tanah Air.

Oleh karena itu, Wiku meminta untuk tetap patuh dalam menjalankan protokol kesehatan dan membatasi mobilisasi, seperti tidak melakukan mudik lebaran, demi mencegah meningkatnya kasus penularan COVID-19.

"Apabila Indonesia tidak hati-hati dan disiplin menjalankan protokol kesehatan, tidak menutup kemungkinan kita dapat mengalami lonjakan kasus yang signifikan dan tentunya sangat berpotensi berujung fatal," tuturnya.



Simak Video "Cerita Jurnalis India Menyaksikan Kekacauan Tsunami COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)