Selasa, 27 Apr 2021 03:36 WIB

Tiap 4 Menit Warga India Tewas Kena Corona, WHO: Situasi Luar Biasa Memilukan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Lagi-lagi India mencetak rekor harian dunia, terhitung 5 hari berturut-turut, dengan laporan terakhir 352.991 kasus per Senin (26/4/2021). Angka kematian akibat COVID-19 juga ikut melonjak ke level tertinggi, selama 24 jam nyaris menyentuh 3 ribu kasus.

Setiap 4 menit, warga meninggal karena COVID-19

Ibu kota di India harus menelan pahitnya diterpa tsunami COVID-19. Di tengah keterbatasan pasokan oksigen, obat, tempat tidur RS, dan tempat krematorium, 2.812 kasus kematian Corona dilaporkan dalam semalam.

Bahkan, para ahli virologi dan epidemiologi memperkirakan jumlah kematian akibat COVID-19 jauh lebih tinggi dari catatan Kementerian Kesehatan India. Lonjakan ganas ini diyakini akibat munculnya Corona B1617 dengan mutan ganda.

Dokter di All India Institute of Medical Sciences New Delhi menemukan bukti satu pasien Corona kini bisa menularkan COVID-19 ke 10 orang. Di New Delhi sendiri, tercatat setiap warga meninggal per 4 menit.

Virus 'menelan' orang seperti monster

Hampir seluruh RS sudah tidak sanggup mengatasi masuknya pasien baru Corona, saat mereka fokus dalam menangani orang-orang yang sekarat akibat COVID-19.

Bahkan, beberapa di antaranya terpaksa berbaring di jalanan luar RS saat menunggu penanganan dokter.

Di krematorium Bhadbhada Vishram Ghat di kota itu, para pekerja mengatakan sudah mengkremasi lebih dari 110 jenazah COVID-19 pada hari Sabtu, bahkan ketika angka pemerintah di seluruh kota yang berpenduduk 1,8 juta menyebutkan jumlah total kematian akibat virus Corona hanya 10 kasus.

"Virus itu menelan penduduk kota kami seperti monster," kata Mamtesh Sharma, seorang pejabat di situs tersebut.

Ritual sebelum membakar jenazah COVID-19 yang seharusnya sudah menjadi budaya di India pun terpaksa terlewatkan. Mereka seperti diburu waktu untuk langsung mengkremasi ribuan jenazah yang tak henti berdatangan.

"Kami hanya membakar mayat saat mereka tiba. Seolah-olah kita berada di tengah perang."

Penggali kubur kepala di pemakaman Muslim terbesar di New Delhi, tempat 1.000 orang dimakamkan selama pandemi, mengatakan lebih banyak mayat berdatangan saat ini daripada tahun lalu. "Saya khawatir kita akan segera kehabisan ruang," kata Mohammad Shameem.

WHO: situasi di India luar biasa memilukan

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia kerap buka suara soal ledakan COVID-19 di India. Menurutnya, situasi kini sudah di level mengkhawatirkan.

WHO, disebutnya, sudah melakukan beragam cara untuk membantu India, baik dalam suplai pasokan oksigen hingga kebutuhan medis lainnya.

"Situasi di India 'luar biasa memilukan," jelas Tedros, dikutip dari Al Jazeera.

"WHO melakukan segala yang kami bisa, menyediakan peralatan dan pasokan penting, termasuk ribuan konsentrator oksigen, rumah sakit lapangan bergerak prefabrikasi dan persediaan laboratorium," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan di Jenewa selama jumpa pers.

Negara ramai-ramai bantu India

Sejumlah negara telah berupaya membantu Corona di India yang makin krisis, terutama di New Delhi. Amerika Serikat mengumumkan akan segera menyediakan bahan baku untuk vaksin COVID-19, serta terapi, alat uji diagnostik cepat, ventilator, dan peralatan pelindung bagi pekerja garis depan atau para nakes.

"Kami bekerja erat dengan mitra kami di pemerintah India, dan kami akan segera memberikan dukungan tambahan kepada rakyat India dan pahlawan perawatan kesehatan India," kata Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken di Twitter.

Bantuan dan dukungan juga datang dari Pakistan. Kementerian Luar Negeri Pakistan menawarkan untuk memberikan bantuan termasuk ventilator, kit pasokan oksigen, mesin sinar-X digital, APD dan barang-barang terkait. Ventilator, pasokan oksigen, dan obat-obatan dari Inggris, Prancis, dan UE juga akan tiba di India dalam beberapa hari mendatang.

(naf/naf)
eLife
×
Seks Anal dari Kacamata Medis
Seks Anal dari Kacamata Medis Selengkapnya