Selasa, 27 Apr 2021 08:03 WIB

Bocah 7 Tahun Koma Setelah Dipaksa Latihan Judo dan Dibanting 20 Kali

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Treatment of a patient in critical condition in the ICU ward Bocah koma setelah dipaksa latihan Judo. (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang bocah laki-laki asal Taiwan bermarga Huang saat ini dalam keadaan koma setelah diduga dibanting lebih dari 20 kali saat latihan Judo.

Dikutip dari laman Mothership, paman Huang yang menemaninya selama latihan mengatakan bocah malang itu memulai latihan pada 21 April pukul 7 malam. Saat latihan, Huang terlihat tidak enak badan dan mengeluh mual.

Paman Huang kemudian berkata pada pelatih karena khawatir, tetapi pelatih itu menepisnya dan menghubungkan mual yang dirasakan Huang karena terlalu banyak makan. Pelatih kemudian diduga menginstruksikan dua anak laki-laki untuk melatih lemparan mereka pada Huang.

Huang kemudian berulang kali memohon kepada pelatih untuk berhenti karena kepala dan kakinya sakit, dan dia tidak ingin melakukan ini lagi. Namun pelatih tersebut diduga mengancam bocah itu untuk bangun atau dia yang akan membanting bocah itu ke tanah.

Pelatih melanjutkan jurus membanting pada Huang enam sampai tujuh kali, setelah itu pingsan. Total, Huang terlempar ke tanah sekitar 27 kali.

Paman Huang kemudian menyadari bahwa tangisan kesakitan keponakannya telah berhenti. Ketika pelatih membawa bocah itu ke pamannya, Huang wajahnya sudah sangat pucat dan matanya memutar.

Pelatih menepisnya, mengatakan bahwa dari pengalamannya selama bertahun-tahun, Huang hanya berpura-pura pingsan. Pelatih kemudian mengatakan bahwa dia tidak yakin apakah itu mungkin karena dia muntah dan tersedak muntahannya, dan mengatakan bahwa jika mereka tidak merasa yakin, mereka dapat mencari pertolongan medis.

Cedera Huang setara dengan tertabrak mobil

Bocah malang itu segera dibawa ke rumah sakit tempat dia dioperasi, dan diketahui bahwa dia menderita pendarahan otak. Dokter mengatakan bahwa cederanya setara dengan ditabrak mobil, dan dia mungkin secara permanen tetap dalam keadaan vegetatif.

Ketika ayah Huang menemui sang pelatih, sang pelatih awalnya mengatakan bahwa ada alat pelindung selama pelajaran. Namun ditemukan kejanggalan dalam penjelasannya.

Namun belakangan, ia mengakui telah membanting Huang ke tanah dengan dua muridnya. Pelatih saat ini sedang diselidiki dan jaksa telah mengajukan penahanan terhadap pelatih tersebut.



Simak Video "Pesan Satgas Soal Viral Penggunaan Obat Ivermectin untuk COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)