Rabu, 28 Apr 2021 13:23 WIB

Meski Sibuk, Ini Cara Rawat Lansia hingga Keluarga Sakit di Rumah

Faidah Umu Safuroh - detikHealth
Insan Medika Foto: Insan Medika
Jakarta -

Pernah mendengar istilah home care? Layanan perawatan di rumah yang kini sedang populer di masyarakat ini merupakan salah satu solusi yang banyak dicari orang khususnya penduduk perkotaan yang memiliki tuntutan pekerjaan sehingga kurang memiliki waktu untuk memberikan perawatan dan perhatian kepada anggota keluarga yang sakit atau yang sudah lanjut usia.

Layanan home care sudah banyak diaplikasikan di negara-negara maju seperti Singapura dan Jepang. Namun kini layanan tersebut juga tengah populer di Indonesia, salah satunya adalah Insan Medika sebagai pelopor layanan home care digital di Indonesia.

Layanan home care yang berdiri dan beroperasi sejak 2013 ini telah melayani hampir 10.000 pasien di kota besar seluruh Indonesia dan juga memiliki banyak penghargaan skala nasional maupun internasional, salah satunya adalah penghargaan 'The Most Outstanding Home Healthcare Service' pada 2016 di London, UK. Pada 2017, Founder Insan Medika Try Wibowo juga terpilih dalam jajaran 30 Under 30 Forbes Asia.

Insan Medika fokus pada layanan live-in atau perawatan pasien selama 24 jam stand by di rumah. Adapun sebagian besar yang dirawat adalah orang tua atau lansia dengan alzheimer dan demensia serta pasien degeneratif lainnya.

Menurut Try Wibowo, alih-alih menitipkan orang tua mereka di panti jompo, orang lebih suka mencari perawat yang bisa menemani dan merawat orang tua 24 jam di rumah sendiri karena dengan tinggal di rumah sendiri mereka akan merasa lebih dekat dengan keluarga.

Menurut data Survei Sensus Ekonomi Nasional BPS pada bulan Maret 2020, persentase penduduk lansia mencapai 9,78 persen. Naik dibandingkan dengan 2010 sebesar 7,59 persen. Berarti permintaan akan layanan home care akan terus meningkat ke depannya.

Selain perawat home care untuk Lansia, Insan Medika juga memiliki layanan untuk merawat orang sakit atau pasien pascasakit di rumah atau selama perawatan di RS. Semuanya tinggal 24 jam jadi perawat bisa mengawasi pasien dengan maksimal.

Untuk biaya, Insan Medika mematok tarif bulanan mulai Rp 4 juta per bulan untuk pasien lansia tanpa sakit, Rp 5 juta per bulan untuk pasien dengan kondisi sakit/pascasakit serta Rp 6 juta untuk pasien paliatif atau yang menggunakan bantuan alat medis. Adapun untuk biaya admin pengambilan menyesuaikan dengan lama kontrak, biasanya pengguna jasa ambil perawat selama 1 bulan, 3 bulan atau 6 bulan dan bisa diperpanjang. Selain itu, Insan Medika juga menyediakan layanan harian atau infal.

Untuk SDM, Insan Medika merekrut perawat atau caregiver dengan latar belakang pendidikan kesehatan seperti SMK Kesehatan hingga Diploma atau Sarjana Keperawatan baik yang telah memiliki STR maupun belum memiliki STR. Namun kini Insan Medika juga membuka kursus dan pelatihan caregiver yang ditujukan untuk semua lulusan SMA sederajat untuk disalurkan kerja menjadi caregiver atau perawat lansia dengan durasi pelatihan satu bulan penuh di asrama.

Lulusan kursus pelatihan ini hanya ditempatkan untuk merawat lansia tidak sakit. Sedangkan untuk lansia atau pasien yang sakit, Insan Medika tetap merekrut caregiver atau perawat lulusan sekolah SMK kesehatan dan Diploma perawat.

Selama pandemi ini Try menjelaskan jika permintaan perawat home care terbilang relatif masih banyak khususnya pada saat menjelang Lebaran nanti. Salah satu strategi Insan Medika dalam menarik konsumen adalah dengan memberikan garansi penukaran perawat tanpa ada batas waktu.

Untuk mendapat layanan ini, calon pengguna jasa bisa langsung akses ke website Insan Medika dan menghubungi via telepon, lalu memilih perawat sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu, pengguna jasa akan dihubungi untuk bisa langsung wawancara dengan calon perawat menggunakan video call tanpa harus datang ke kantor. Seluruh perawat Insan Medika juga sudah menjalani cek kesehatan seperti rapid test atau test antigen sebelum disalurkan ke pengguna jasa.

(akn/ega)