Rabu, 28 Apr 2021 14:29 WIB

5 Fakta B1617, Varian Baru COVID-19 dengan Mutasi Ganda yang Gemparkan India

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Coronavirus Outbreak and Public Health Risk Disease, Lockdown and Quarantine, State Of Emergency Concepts Ilustrasi varian baru Corona India B1617. (Foto: Getty Images/iStockphoto/goc)
Jakarta -

Berbagai pakar berpendapat bahwa melonjaknya kasus COVID-19 di India terjadi karena dua hal. Pertama karena kelalaian masyarakat terhadap protokol kesehatan karena terlena dengan kondisi yang sempat membaik, dan kedua adalah munculnya varian Corona baru yaitu B1617.

Diketahui, varian baru Corona B1617 itu sudah menyebar ke banyak negara di dunia, termasuk di Indonesia. Kemunculan varian baru tersebut membuat banyak pakar khawatir, karena bersifat lebih mudah menular.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut detikcom rangkum beberapa fakta soal varian baru Corona B1617 di India.

1. Memiliki mutasi ganda

Varian B1617 diketahui memiliki dua mutasi, yakni E484Q dan L452R. Peneliti menduga bahwa kedua mutasi tersebut menjadi kunci dari kemampuan varian baru Corona tersebut lebih mudah menular.

B1617 ini menjadi varian Corona pertama yang diketahui memiliki dua mutasi kunci yaitu E484Q dan L452R secara bersamaan, sehingga disebut sebagai varian mutan ganda.

2. Seberapa luas penyebarannya?

Dikutip dari BBC, varian baru Corona India atau B1617 ini telah terdeteksi pada 220 dari 361 sampel yang diambil antara Januari hingga Maret di Negara Bagian Maharashtra di wilayah barat.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian B1617 tersebut sudah ditemukan di 17 negara, termasuk Indonesia. Varian tersebut telah terdeteksi di lebih dari 1.200 urutan genome yang diunggah ke database akses terbuka GISAID, platform berbagi data influenza secara global.

"Dari setidaknya 17 negara. Sebagian besar urutan diunggah dari India, Inggris, AS, dan Singapura," tulis WHO dalam pembaruan epidemiologi mingguan tentang pandemi Corona yang dikutip dari The Guardian.

3. Apakah lebih berbahaya dari varian lain?

Seorang virolog di Louisiana State University, Amerika Serikat, Dr Jeremy Kamil, mengatakan salah satu mutasi pada varian B1617 ini mirip dengan yang ada pada varian dari Afrika Selatan dan Brasil. Mutasi ini bisa membantu virus menghindari antibodi, baik dari infeksi sebelumnya maupun hasil vaksinasi.

"Saya meragukan bahwa varian India ini lebih menular dibandingkan varian Inggris. Itu seharusnya membuat kita semestinya tidak panik," kata Dr Kamil yang dikutip dari BBC.

4. Apa varian B1617 jadi penyebab gelombang kedua di India?

Varian baru Corona B1617 ini disebut sebagai salah satu penyebab dari munculnya gelombang kedua atau second wave di India. Namun, Dr Jeffrey Barret dari Wellcome Sanger Institute mungkin saja second wave terjadi sebab dan akibat dari varian baru, tetapi masih belum ada cukup bukti.

Dr Jeffry menekankan bahwa varian India sudah ada sejak akhir tahun lalu.

"Jika ini menyebabkan gelombang di India, varian ini memerlukan beberapa bulan untuk sampai pada skala seperti sekarang yang menunjukkan varian ini mungkin tak mudah menular dibandingkan varian Inggris B117," jelasnya.

5. Apa bisa mempengaruhi vaksin

Menurut imunolog Dr Alain Lamarre dari Institut national de la recherche scientifique (INRS), Kanada, mutasi yang dimiliki varian B1617 berkaitan dengan respons antibodi yang lebih buruk. Artinya, kemungkinan antibodi yang dikembangkan dari vaksin bisa berkurang efektivitasnya, tetapi masih perlu bukti yang lebih jauh.



Simak Video "Alasan WHO Tetapkan Corona India B1617 Sebagai 'Variant of Concern'"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)