Sabtu, 01 Mei 2021 07:49 WIB

5 Klaster Baru Muncul di Indonesia dalam Sepekan, Waspada Super Spreader!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, mencatat sebanyak 31.661 pemudik telah berangkat ke kampung halaman selama periode bulan April. Banyak yang nekat mudik jadi salah satu penyebab bertambahnya kasus Corona di RI. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan dalam beberapa hari terakhir, kasus COVID-19 di Tanah Air meningkat cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai klaster Corona di berbagai tempat.

"Pertama dimulai dari adanya klaster perkantoran. Kedua, klaster bukber. Ketiga, klaster tarawih di Banyumas. Keempat, klaster mudik di Pati, dan klaster takziah di Semarang," kata dr Nadia dalam konferensi pers Kemenkes, Jumat (30/4/2021).

"Tentunya ini sangat mengkhawatirkan kita karena kemungkinan terjadinya superspreader terjadi," sambungnya.

dr Nadia memaparkan ada sejumlah faktor yang melatarbelakangi munculnya lima klaster COVID-19 dalam sepekan. Salah satunya ketidakdisiplinan masyarakat dalam prokes.

Dalam kasus klaster tarawih di Banyumas, dilaporkan 51 orang tertular COVID-19 usai satu orang jamaah tetap berangkat ke masjid meski sudah sakit Corona.

"Kita juga harus tahu kalau dalam kondisi kesehatan yang kurang baik ya sebaiknya tidak atau menunda sampai kita sehat untuk berangkat shalat tarawih," tegas dr Nadia.

Selain aktivitas tarawih, buka puasa bersama di bulan Ramadhan juga perlu menjadi perhatian. Meski buka puasa bersama tahun ini dibolehkan, protokol kesehatan tetap harus dijalankan.

"Pada prinsipnya, makan bersama jadi faktor yang sangat memungkinkan menjadi faktor penularan bersama," pungkasnya.



Simak Video "Sejumlah Guru Terpapar COVID-19 Jelang Sekolah Tatap Muka"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)