Sabtu, 01 Mei 2021 14:08 WIB

Komnas KIPI Angkat Bicara soal Guru Susan Lumpuh Usai Vaksinasi

Ayunda Septiani - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu seorang guru honorer di SMAN 1 Cisolok, Kabupaten Sukabumi mengalami kelumpuhan dan gangguan penglihatan usai vaksin COVID-19 tahap dua.

Kelompok Kerja (Pokja) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Kabupaten Sukabumi angkat bicara terkait kasus yang menimpa guru tersebut. Disebutkan, Pokja KIPI masih menelusuri mendalam berkaitan hal-hal dialami guru Susan.

Lalu bagaimana hasilnya?

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof Hindra Irawan Satari menyebut bahwa kondisi yang dialami oleh guru yang bersangkutan masih dalam kajian.

"Itu penyakit saraf yang gejalanya di antaranya kelumpuhan, biasanya pencetusnya infeksi dan biasanya sembuh. Jadi yang bersangkutan ini kayaknya gitu juga, jadi sekarang sudah perbaikan sudah pulang," tutur Prof Hindra, saat dihubungi detikcom Sabtu (1/5/2021).

"Jadi kita belum cukup bukti untuk mengaitkan imunisasi dengan yang yang bersangkutan," tambah Prof Hindra.

Selain itu, Prof Hindra mengatakan bahwa perlu beberapa bukti untuk menyatakan ada keterkaitan antara gejala yang dialami dengan vaksinasi yang sudah diberikan.

Apakah ada yang mengalami kondisi serupa sebelumnya?

"Dosisnya sudah belasan juta ya disuntikkan, belum ada sampai saat ini, dan ini juga kejadian sangat langka. Apalagi kasus pembekuan darah di Indonesia masih belum ada sampai saat sekarang ini," pungkas Prof Hindra.

Saat ini Kompas KIPI tetap terus memantau kondisi dari guru tersebut untuk dikaji dan dipelajari, karena surveillance berkesinambungan.



Simak Video "Penjelasan Komnas KIPI soal Kasus Kematian Usai Vaksinasi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)