Sabtu, 01 Mei 2021 18:00 WIB

Belajar dari Kasus Kualanamu, Ini Bedanya Alat Swab Baru Vs Daur Ulang

Ayunda Septiani - detikHealth
Penampakan alat antigen bekas sebelum didaur ulang Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Dok. Polda Sumut)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu polisi dilaporkan menggerebek laboratorium rapid test antigen Kimia Farma di Bandara Kualanamu. Diduga bahwa staf dari lab menggunakan alat tes yang didaur ulang alias bekas pakai untuk calon penumpang.

Gimana sih cara membedakan alat swab yang baru dengan bekas pakai?

Ahli Patologi Klinik Laboratorium Primaya Hospital Karawang dr Hadian Widyatmojo, SpPK mengimbau agar masyarakat juga perlu untuk memastikan apakah alat swab yang digunakan baru atau bekas pakai.

Dijelaskan, masyarakat bisa meminta kepada petugas swab untuk memperlihatkan bahwa alat swab yang masih baru bisa dibuka di depan pasien yang akan melakukan swab test.

"Sebelum dilakukan pemeriksaan, petugas perlu menunjukkan kepada pasien bahwa alat masih dalam kemasan sebelum dipakai. Petugas akan membuka bungkus plastiknya sesaat sebelum tindakan swab untuk menjaga agar alat tersebut tetap steril dan mencegah kontaminan," tutut dr Dwi Fajaryani, SpPK, dari Klinik Primaya Hospital Bekasi Barat, sebagaimana dari rilis yang diterima detikcom Sabtu (1/5/2021).

Selain itu, dr Dwi mengatakan bahwa alat swab yang sudah digunakan tidak boleh digunakan kembali. Sebab alat ini sangat berisiko tinggi pada kesehatan dan bisa menjadi media penularan infeksi virus Corona COVID-19 kepada pasien lainnya.

Masyarakat juga bisa memperhatikan indikasi-indikasi lainnya untuk mendeteksi apakah alat swab tersebut adalah baru atau bekas pakai. Seperti, permukaan swab stik berwarna putih bersih, masih mulus atau tidak kelihatan bergerigi, serta tidak beraroma.

Tak hanya membedakan alat swab saja, dr Hadian juga mengatakan bahwa selama pengambilanya benar dan aman serta menggunakan alat yang direkomendasi dan memiliki izin edar, maka hasil pemeriksaan swab tersebut bisa dipertanggungjawabkan.

"Alat swab Ag harus mempunyai Nomor Ijin Edar (NIE) dari Kementerian Kesehatan. Pasien dapat meminta petugas untuk diperlihatkan Sertifikat NIE dari vendor alat," jelas dr Selvi Josten, SpPK.



Simak Video "Tanggapan Pihak Kimia Farma Terkait Tes Antigen Bekas di Kualanamu"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)