Minggu, 02 Mei 2021 11:42 WIB

Saat India Diamuk Corona, 11.000 Warga Wuhan Pesta Festival Musik Tanpa Masker

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Saat India diamuk Corona dengan catatan lebih dari 400 ribu kasus per hari, kondisi jauh berbeda terjadi di Wuhan. Mereka menggelar festival musik besar-besaran Sabtu lalu.

Ada ribuan orang yang menghadiri hari pertama festival musik bernama Wuhan Music Strawberry Festival. Beberapa orang tampak berteriak kegirangan saat beberapa aksi favorit dari band mereka tampil di panggung.

Festival musik tahunan di Wuhan kembali digelar usai tahun sebelumnya diadakan secara online karena masih berjuang melawan COVID-19. Pasca bebas Corona, ada 11 ribu orang penonton hadir di acara tersebut, banyak yang sudah tidak memakai masker, adapula yang masih memakainya.

Warga di Wuhan, tempat pertama kali Corona dilaporkan, sebelumnya melalui lockdown ketat lebih dari dua bulan melawan virus Corona. Setelah lockdown diterapkan, hampir seluruh kota kini terbebas dari COVID-19.

Hanya sedikit wilayah di Wuhan, China, yang masih mencatat kasus Corona.

"Tahun lalu kami (di Wuhan) melawan virus Corona," kata siswa berusia 23 tahun dan warga Wuhan Gao Yuchen.

"Tidak mudah untuk mencapai tempat kita sekarang ini. Orang-orang di sini telah berusaha keras dan membayar harga yang mahal (karena terkena virus). Jadi saya merasa sangat senang berada di sini (di festival)," lanjut Gao.

Acara dua hari tersebut mempertemukan penyanyi dan band domestik terkenal dan tidak begitu terkenal di tiga panggung di taman Garden Expo Wuhan. Acara Sister "Strawberry Music Festival" diadakan di kota-kota lain, termasuk Beijing, selama hari libur nasional. Peserta datang ke Wuhan dari seluruh negeri, seperti Zhang Hongkai yang berusia 29 tahun, dari Shijiazhuang di provinsi Hebei.

"Ini pertama kalinya saya di acara seperti ini diadakan di luar ruangan," kata Zhang. "Saya sangat suka suasananya."

China kini hanya melaporkan 16 kasus COVID-19 baru pada hari Jumat, turun dari sehari sebelumnya yaitu 13 kasus.

"Semua kasus baru adalah infeksi impor yang berasal dari luar negeri," kata Komisi Kesehatan Nasional China dalam sebuah pernyataan.

Simak juga 'Tak Ada Penularan Besar Corona Meski Ribuan Hadiri Konser di Barcelona':

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Relawan Pemakaman Malaysia Ketar-ketir Lihat Lonjakan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)