Minggu, 02 Mei 2021 16:30 WIB

87 Ribu Orang Padati Pasar Tanah Abang, Pakar: Sangat Mungkin Jadi Seperti India

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Situasi Pasar Tanah Abang Minggu (2/5) siang Pasar Tanah Abang dipadati oleh pengunjung. (Foto: Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Pusat Grosir Pasar Tanah Abang dibanjiri pengunjung. Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sebanyak 87.000 orang memadati pasar ini pada Sabtu kemarin.

"Pak Dirut Pasar Jaya melaporkan kemarin bahwa terjadi lonjakan yang luar biasa hari Sabtu kemarin. Hari Jumat dan hari-hari biasa itu paling sekitar 35 ribu, kemarin itu 87 ribu orang yang datang. Jadi memang hari kemarin terjadi lonjakan yang tidak terduga," kata Anies Baswedan saat ditemui di Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (2/5/2021).

Menanggapi hal ini, Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, mengaku sangat prihatin dengan kejadian tersebut. Ia pun menduga akan terjadi lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia setelah Lebaran nanti.

"Kasus sekarang ini sudah tinggi, kalau terjadi kerumunan lagi di pasar-pasar waduh rasanya lebaran nanti kita panen (kasus COVID-19)," kata Miko saat dihubungi detikcom, Minggu (2/4/2021).

"Sangat mungkin risikonya seperti India," lanjutnya.

Oleh karena itu, Miko meminta agar pemerintah lebih serius dalam menangani wabah COVID-19. Pasalnya, potensi terjadinya kerumunan seperti ini menjelang Lebaran harusnya sudah lebih diantisipasi oleh pemerintah.

"Dalam kondisi wabah ini yang tanggung jawab adalah pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kota, bertanggung jawab terhadap wabah COVID-19 di Indonesia," jelas Miko.

Terkait kerumunan di Pasar Tanah Abang, Anies Baswedan telah mengerahkan sebanyak 750 petugas untuk melakukan pendisiplinan. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tidak nekat mendatangi suatu lokasi yang berpotensi menjadi kerumunan.

"Jadi kita butuh dua-dua nya bagi kami siapkan petugas, bagi masyarakat yuk kalau lihat tempat, kalau masuk ke resto lebih atau mendekati 50% jangan masuk. Datang ke sebuah tempat lebih dr 50% jangan masuk. Jadi kitanya harus ikut menjaga sama-sama," tegas Anies Baswedan.



Simak Video "Ancaman Mengkhawatirkan dari Kerumunan di Tanah Abang"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)