Senin, 03 Mei 2021 04:37 WIB

Tingkatkan Efikasi, Vaksin Corona Sinovac-Sinopharm Berencana Dicampur

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Scientists are done research on vaccine in laboratory with test tubes on Covid19 Coronavirus type for discover vaccine. Vaksin Sinovac-Sinopharm berencana dicampur. (Foto: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum)
Jakarta -

Para pembuat vaksin Corona di China sedang mempertimbangkan untuk mencampurkan vaksin yang mereka produksi. Suntikan penguat juga dipertimbangkan untuk meningkatkan perlindungan terhadap Corona.

Dikutip dari Channel News Asia, Sinovac dan Sinopharm, dua produsen vaksin terkemuka di China, menyatakan mereka mempertimbangkan mengkombinasikan vaksin mereka dengan vaksin dari perusahaan lain.

Awal April lalu, kepala Pusat Pengendalian Penyakit China, Gao Fu, mengatakan bahwa vaksin saat ini menawarkan perlindungan yang rendah terhadap virus corona dan mencampurkannya adalah salah satu strategi yang dipertimbangkan untuk meningkatkan efektivitasnya.

Gao belakangan berupaya menarik pernyataannya tersebut, dengan berdalih menyatakan dirinya membahas peningkatan efikasi vaksin secara umum.

Kepala Kerja Sama Internasional China National Biotech Group, Li Meng, menyatakan perusahaannya memiliki rencana di masa depan untuk 'penggunaan sequence' terhadap vaksin buatan mereka. China National Biotech Group merupakan anak perusahaan Sinopharm milik negara.

Sementara Sinovac, yang merupakan perusahaan swasta yang berkantor di Beijing, menyatakan pihaknya sedang dalam tahap diskus awal dengan otoritas berwenang, termasuk Pusat Pengendalian Penyakit China, soal penggabungan dosis vaksin buatan mereka, CoronaVac, dengan produk perusahaan lain.

Vaksin Sinopharm, dari Institut Produk Biologi Beijing dan Institut Produk Biologi Wuhan, masing-masing memiliki efikasi 79 persen dan 72 persen efektif. Namun perusahaan itu belum secara terbuka mengungkapkan lebih banyak data dari tahap akhir uji klinisnya.

Praktik mengkombinasikan vaksin ini juga dipertimbangkan di negara lain. Ilmuwan Inggris sedang mempelajari kombinasi suntikan AstraZeneca dan Pfizer. Studi ini juga mencari untuk menguji interval yang berbeda antara dosis, empat minggu dan 12 minggu.



Simak Video "Rekomendasi Baru Sinovac soal Penggunaan Vaksin Corona Buatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)