Senin, 03 Mei 2021 08:31 WIB

Swab Antigen Daur Ulang di Kualanamu Berbahaya, Ini Bedanya Baru Vs Bekas

Vidya Pinandhita - detikHealth
Penggerebekan lokasi rapid test antigen dengan alat bekas di Bandara Kualanamu (dok. Istimewa) Dugaan temuan alat swab rapid antigen COVID-19 bekas di Bandara Kualanamu. Foto: Penggerebekan lokasi rapid test antigen dengan alat bekas di Bandara Kualanamu (dok. Istimewa)
Jakarta -

Laboratorium Rapid Antigen Kimia Farma Bandara Kualanamu, Sumatera Utara digrebek polisi setelah diduga menggunakan peralatan antigen bekas. Ratusan perangkat swab test diamankan.

"Tindakan yang dilakukan oleh oknum petugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnostik tersebut sangat merugikan perusahaan dan sangat bertentangan dengan Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan serta merupakan pelanggaran sangat berat atas tindakan dari oknum petugas layanan rapid test tersebut," ujar Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadhilah Bulqini dalam laporan resmi, Rabu (28/4/2021).

Diduga, staf laboratorium mencuci tangkai swab yang sudah dipakai, kemudian digunakan lagi untuk memeriksa calon penumpang lain. Temuan tersebut terjadi di Lantai Mezzanine, Bandara Kualanamu, Sumatera Utara pada Selasa (27/4/2021). Alat ini merupakan perangkat pemeriksaan COVID-19 dengan cara dimasukan ke hidung pada calon pelaku perjalanan.

Dokter menegaskan, tindakan kriminal tersebut bukan hanya menimbulkan kesalahan deteksi pada orang yang akan melakukan perjalanan luar kota, melainkan pula menularkan virus COVID-19.

Pasalnya, tangkai swab atau swab stick tersebut memang tidak diperuntukan penggunaan daur ulang, bahkan tidak untuk dibersihkan dan dipakai kembali.

"Tangkai swab adalah barang yang peruntukannya sekali pakai lalu dibuang (disposable). Jadi tidak dikenal upaya sterilisasi terhadap tangkai bekas pakai tersebut," terang dokter spesialis mikrobiologi klinik dari RS Royal Taruma, dr Enty, SpMK(K) pada detikcom, Rabu (28/4/2021).

"Penggunaan ulang tangkai bekas tersebut dapat berisiko menyebabkan korbannya terpapar COVID-19. Selain itu, hal ini pun akan memberikan hasil yang palsu, yakni hasil yang tidak menggambarkan kondisi sesungguhnya dari orang yang diperiksa," lanjutnya.

Bagaimana cara membedakan alat swab asli dan palsu?

Dokter spesialis patologi klinis dari Primaya Hospital Karawang dr Hadian Widyatmojo, SpPK menjelaskan, perangkat swab baru tersimpan dalam kemasan dan tersegel dengan baik. Maka itu, pasien bisa meminta petugas untuk menunjukan kemasan lebih dulu sebelum melakukan pemeriksaan.

"Anda bisa mencurigai jika tidak terlihat alat swab tersebut dibuka dari tempatnya di depan Anda," jelasnya dalam keterangan pers.

Sementara itu, dr Dwi Fajaryani, SpPK menyebut, jika kemasan dilekatkan dengan lem atau double tape, kemungkinan alat tersebut adalah antigen bekas pakai.

Berikut ciri-ciri alat tes swab rapid antigen baru:

  • Permukaan swab stick berwarna putih bersih
  • Swab stick mulus dan tidak bergerigi
  • Tidak berbau


Simak Video "WHO Tak Henti Keluarkan Peringatan soal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)