Senin, 03 Mei 2021 07:11 WIB

Sama-sama Dipakai di Indonesia, Ini Beda Vaksin Sinopharm Vs Sinovac

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia terus dilakukan meski di bulan puasa. Diketahui, 11 juta warga Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin Corona. Vaksin Sinovac dan Sinopharm bakal dipakai RI. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Pekan lalu, Indonesia kedatangan vaksin Sinopharm sebanyak 484.400 dosis. Vaksin yang akan digunakan dalam skema gotong royong atau vaksinasi mandiri ini menjadi vaksin Corona ketiga yang mendapat persetujuan penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin Sinopharm merupakan vaksin COVID-19 buatan China National Pharmaceutical Group, perusahaan farmasi milik pemerintah China. Selain Sinopharm, vaksin Corona lain dari China yang juga digunakan di Indonesia adalah Sinovac.

Berikut perbedaan keduanya mulai dari efikasi hingga interval pemberian dosis kedua.

1. Efikasi

Sinopharm:

Uji klinis fase 3 yang berlangsung di Uni Emirat Arab dengan 42 ribu relawan menunjukkan vaksin Sinopharm memiliki efikasi 78 persen. Dalam uji klinis tersebut juga didapatkan imunogenositas 14 hari setelah suntikan kedua untuk netralisasi antibodi yakni 99,92 persen untuk dewasa dan lansia 100 persen.

Dalam laman covid19.trackvaccines.org, vaksin ini telah disetujui oleh 40 negara di antaranya UEA, Brunei Darussalam, dan Pakistan.

Sinovac:

Dalam uji klinis yang dilakukan di Bandung, efikasi vaksin Sinovac sebesar 65,3 persen. Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan, angka ini berarti vaksin Sinovac menunjukkan harapan untuk bisa menurunkan kejadian penyakit COVID-19 hingga 65,3 persen.

Efikasi yang didapat lebih kecil dibanding hasil uji klinis di Turki sebesar 91,25 persen dan di Brasil sekitar 50,4 persen.

Selain Indonesia, negara yang juga memakai vaksin Sinovac antara lain Hong Kong, Malaysia, Turki, Brazil, dan Thailand.

2. Efek samping

Sinopharm:

Penny menyebut efek samping vaksin Sinopharm bia ditoleransi dengan baik. Frekuensi kejadian masing-masing efek samping adalah 0,01 persen atau terkategori sangat jarang.

Efek samping lokal ringan:

  • Rasa sakit
  • Kemerahan.

Efek samping samping sistemik (0,1 persen):

  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Batuk.

Sinovac:

Hasil pemantauan selama 3 bulan lalu setelah penyuntikan dosis kedua juga menunjukkan vaksin Sinovac aman. Temuan efek samping bersifat ringan hingga sedang. Di antaranya:

Efek samping lokal:

  • Nyeri
  • Indurasi atau iritasi
  • Kemerahan
  • Pembengkakkan

Efek Samping sistemik:

  • Myalgia atau nyeri otot
  • Fatigue atau kelelahan
  • Demam.

3. Platform vaksin

Baik Sinopharm dan Sinovac merupakan vaksin Corona yang diproduksi dengan platform inactivated virus atau virus yang dimatikan.

4. Rentang pemberian dosis

Sinopharm:

Vaksin Sinopharm bisa diberikan pada kelompok usia dewasa di atas 18 tahun hingga lansia. Untuk membentuk antibodi yang memberikan kekebalan melawan virus Corona dan mencegah COVID-19, pemberian dua dosis dilakukan dengan interval 21-28 hari.

Sinovac:

Awalnya, interval pemberian dosis kedua vaksin Sinovac adalah 14 hari untuk kategori dewasa dan 28 hari untuk lansia. Namun terdapat penambahan alternatif interval penyuntikan dosis pertama dan kedua yaitu 28 hari untuk populasi dewasa (18-59 tahun).



Simak Video "BPOM: Kejadian Efek Samping Vaksin Sinopharm Sangat Minim Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)