Selasa, 04 Mei 2021 06:04 WIB

Komnas KIPI: Kelumpuhan Guru Susan Tak Terkait Vaksin COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Susan, guru honorer di Sukabumi alami kelumpuhan usai menjalani vaksinasi COVID-19. Foto: Syahdan Alamsyah
Topik Hangat GBS Vs Vaksin Corona
Jakarta -

Seorang guru dilaporkan mengalami gejala kelumpuhan usai menerima dosis kedua vaksin COVID-19. Hasil investigasi Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) menyebut kelumpuhan tidak terkait vaksin.

"Kesimpulan, belum cukup bukti untuk menyatakan adanya hubungan antara kelemahan anggota gerak dan keburaman mata dengan vaksinasi Covid-19. Diagnosa saat ini pada SA (31) adalah Guillain-Barre Syndrome atau GBS," kata Ketua Komisi Daerah (Komda) KIPI Jawa Barat Kusnandi Rusmil, dalam konfrensi pers Komnas KIPI, dikutip dari CNN Indonesia.

Guru Susan sempat dirujuk di rumah sakit dan dirawat selama 23 hari terhitung dari 1 April-23 April.

Hasil CT Scan, toraks dan pemeriksaan darah sesuai aturan dan prosedur mengungkap guru Susan mengidap penyakit langka Guillain-Barre Syndrome. Dari hasil audit diketahui bahwa GBS yang diidap guru Susan tidak terkait vaksin Corona.

Kondisinya juga dilaporkan sudah berangsur membaik. Sudah mampu menggerakkan tangan dan penglihatan berangsur pulih.

Dikutip dari laman CDC, Sindrom Guillain-Barre adalah kelainan langka di mana sistem kekebalan tubuh merusak sel saraf, menyebabkan kelemahan otot dan terkadang kelumpuhan. Belum ada obat yang diketahui untuk sindrom Guillain-Barre, tetapi beberapa perawatan dapat meredakan gejala dan mengurangi durasi penyakit.

Antara 60-80 persen pengidapnya mampu berjalan dalam enam bulan. Pasien mungkin mengalami efek yang menetap, seperti kelemahan, mati rasa atau kelelahan.



Simak Video "Kenali Guillain Barre Syndrome yang Menimpa Guru Susan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)
Topik Hangat GBS Vs Vaksin Corona