Selasa, 04 Mei 2021 08:32 WIB

Anak Ojol Tewas Makan Sate Takjil Beracun, Kenapa Gampang Sekali Beli Sianida?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Nani Aprilliani Nurjaman, pegirim takjil beracun di Bantul Salah kirim sate takjil beracun memakan korban anak driver ojol. Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom
Jakarta -

Bocah berusia 10 tahun, anak dari supir ojek online meninggal dunia setelah tak sengaja memakan sate takjil beracun pemberian wanita misterius. Lantaran sate kiriman ditolak oleh keluarga yang dituju, 'rezeki' sate dibawa pulang oleh sang ayah dan disuguhi untuk keluarga di rumah sebagai hidangan berbuka, tak tahu satenya telah diracun sianida.

Polisi melaporkan, wanita pengirim bernama Nani Apriliani sempat dianjurkan oleh seorang pria (R) untuk mengirimkan makanan dengan campuran sianida untuk kemudian dikirim ke rumah T, laki-laki yang sempat jadi kisah patah hati Nani.

Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr apt Zullies Ikawati menjelaskan, sianida tidak diperjualbelikan sembarangan. Umumnya, terdapat pembatasan.

"Bisa dibeli di tempat penjualan bahan kimia, tapi biasanya ada pembatasan pembeliannya. Misalnya untuk penelitian," ujarnya pada detikcom, Senin (3/5/2021).

Mengingat penjualan sianida terbatas dan hanya diperuntukan kepentingan tertentu, Prof Zullies menyebut, tak tertutup kemungkinan sianida ini diperoleh lewat jalur ilegal.

"Bisa jadi ilegal," imbuhnya.

Ia menjelaskan, sianida adalah senyawa kimia mematikan dalam berbagai bentuk. Sianida bisa berupa gas tak berwarna seperti hidrogen sianida (HCN) atau cyanogen chloride (CNCl), atau bentuk kristal seperti natrium sianida (NaCN) atau kalium sianida (KCN).

Jika tertelan atau masuk ke tubuh, senyawa sianida bisa menghambat kerja enzim dan menurunkan pemanfaatan oksigen dalam jaringan. Akibatnya, orang yang kekurangan oksigen, terutama otak, akan terganggu. Kekurangan oksigen akan menyebabkan kejang, gangguan jantung dan pernafasan, hingga kematian.

Sebagian masyarakat biasa menyebut senyawa beracun ini sebagai 'potas' atau apotas.

"Potas itu sama dengan Kalium sianida. Potas dari kata Potassium yang sinonim dengan kalium. Mungkin masyarakat cuma ambil bagian depannya menjadi Potas. Lengkapnya adalah Potasium sianida," terang Prof Zullies.



Simak Video "Perbandingan Efektivitas Sinovac Setelah Pemberian Dosis 1 dan 2"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)