Selasa, 04 Mei 2021 12:38 WIB

Angka Kematian COVID-19 RI Naik Meski Kasus Turun, Gara-gara Varian Baru?

Firdaus Anwar - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render Foto: Getty Images/BlackJack3D
Jakarta -

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan kasus harian COVID-19 Indonesia beberapa pekan terakhir cenderung stagnan. Namun, angka kematian COVID-19 menunjukkan tanda-tanda peningkatan.

Secara lebih rinci Nadia menjelaskan saat ini ada 3,16 persen peningkatan angka kematian. Mengapa kematian bisa meningkat sementara kasus Corona di Indonesia sedang landai atau stagnan masih perlu diselidiki lebih lanjut.

Hanya saja salah satu faktor yang dicurigai adalah karena kehadiran varian Corona dari luar negeri. Setidaknya sudah ada tiga varian yang dikonfirmasi di Indonesia yaitu B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika Selatan, dan terakhir B1617 dari India.

"Salah satu yang bisa timbul sebagai adanya varian atau mutasi ini adalah meningkatkan tingkat keparahan penyakit.," kata Nadia dalam konferensi pers yang disiarkan Kementerian Kesehatan RI, Selasa (4/5/2021).

"Dalam keadaan ini, walaupun harus kita lihat lebih lanjut, tetapi angka kematian yang terus meningkat secara signifikan ini tentunya menjadi kewaspadaan kita untuk berhati-hati apakah varian atau mutasi virus inilah yang menyebabkan terjadinya hal ini," lanjutnya.

Nadia kembali mengimbau agar masyarakat patuh terhadap aturan pemerintah terkait larangan mudik. Berkaca dari pengalaman sebelumnya dan yang terjadi di negara tetangga, kasus COVID-19 bisa meledak dengan cepat apabila terdapat pelonggaran protokol kesehatan.



Simak Video "Ramai Varian Corona Baru, Apakah Mutasi Virus Selalu Berbahaya?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)