Rabu, 05 Mei 2021 15:27 WIB

Mudik Nggak Mudik Corona Tetap Ada? Begini Kalau Kata Ridwan Kamil

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Tak sedikit warga yang memboyong anggota keluarganya mudik ke kampung halaman jelang Lebaran. Berikut potret para pemudik cilik di Stasiun Pasar Senen. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Banyak warga mengeluh soal pelarangan mudik Lebaran tahun ini, lantaran tak bisa berkumpul kedua kalinya dengan keluarga di hari raya Idul Fitri. Beberapa di antaranya menyebut ada tidaknya larangan mudik tak berdampak apapun pada kasus Corona di Indonesia.

Kebijakan pelarangan mudik malah dinilai sejumlah warga menghalangi pertemuan dengan keluarga yang belum tentu bisa ditemui di tahun depan. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan risiko mudik Lebaran malah meningkatkan kemungkinan orangtua terpapar COVID-19 hingga fatal.

"Ada juga yang bilang ada tidak ada mudik, Corona tetap ada, tapi orangtua kita kan belum tentu ada, ini contoh pemudik-pemudik yang bikin status, ngeles-ngeles," beber Ridwan dalam konferensi pers Rabu (5/4/2021).

"Saya bilang iya betul juga mudik nggak mudik COVID-19 pasti ada, orangtua tahun depan belum tentu ada, tapi ketidaktaatan-mu dalam situasi COVID-19 ini bisa mempercepat ketiadaan orangtua-mu," lanjutnya.

Menurut ulama, kata Emil, saat menjalani mudik Lebaran di situasi COVID-19 ada potensi bahaya di balik sisi kemuliaan silaturahmi di hari Lebaran. Dalam hal ini, diarahkan untuk mengedepankan potensi bahaya saat mudik Lebaran dibanding mencari kemuliaan.

"Karena mudik itu kan berbarengan ada mencari kemuliaan, ada potensi kebahayaan, maka potensi bahaya harus didahulukan," pungkasnya.



Simak Video "Satgas Ingatkan Mudik Tahun Lalu Kasus COVID-19 Naik hingga 93%"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)