Rabu, 05 Mei 2021 16:46 WIB

28 Ribu Warga DKI Divaksin AstraZeneca, Apa Efek Samping Terbanyak?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images) Foto: Getty Images/Antonio Masiello
Jakarta -

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengungkap sudah lebih dari 20 ribu warga DKI Jakarta divaksinasi Corona dengan vaksin AstraZeneca. Sejauh ini, belum ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) serius selama vaksinasi COVID-19 berlangsung.

Menanggapi risiko efek samping pembekuan darah pasca vaksinasi AstraZeneca, Widyastuti memastikan tidak ada perbedaan skrining yang lebih ketat dilakukan untuk melihat risiko tersebut. Sejauh ini, skrining sesuai dengan kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI seperti vaksinasi biasa.

"Kami sesuai dengan regulasi dari Kemenkes bahwa skrining dilakukan seperti halnya vaksinasi biasa, jadi kita lakukan sama, apakah itu AstraZeneca, maupun Sinovac, jadi ada meja skrining dilakukan oleh dokter melontarkan sejumlah pertanyaan bagaimana tekanan darahnya dan beberapa riwayat penyakit termasuk penyintas Corona," jelas Widyastuti dalam konferensi pers Rabu (5/5/2021).

Efek samping paling banyak dikeluhkan pasca vaksinasi AstraZeneca

Dari lebih 28 ribu warga yang divaksinasi Corona di DKI, banyak di antaranya hanya mengalami KIPI gejala ringan. Apa itu?

"Kemudian sudah ada 28 ribu lebih warga kita yang sudah memakai AstraZeneca," lanjutnya.

"Sejauh pantauan kita sampai dengan sekarang tidak ada KIPI serius walaupun ada beberapa yang menyampaikan agak meriang, demam, ada yang mengeluhkan seperti itu," beber Widyastuti.

Dalam kesempatan yang sama, Prima Yosephine, Plt Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan mengimbau warga agar tak khawatir terkait risiko pembekuan darah langka.

"Kalau mereka merasakan ada keluhan apapun itu dapat menghubungi nomor telepon dan kontak yang bisa dihubungi nanti itu yang akan dipantau apa keluhannya," imbaunya.

"Keluhan seperti itu biasa dan banyak, hampir sama seperti vaksinasi bayi, it menunjukkan ada respons imun," jelasnya.



Simak Video "Vaksin AstraZeneca Ditargetkan Tiba Lagi di Indonesia Mei 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)