Kamis, 06 Mei 2021 05:03 WIB

WHO Catat 3 Mutasi 'Ganas' Corona, 2 di Antaranya Ada di Indonesia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Warga tampak berkerumun saat berolahraga di kawasan Kanal Banjir Timur, Jakarta Timur, Minggu (7/3). Padahal kasus positif COVID-19 di DKI masih tinggi. Sudah ada mutasi 'ganas' Corona di Indonesia. (Foto: Rengga Sencaya)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bekerja sama dengan lembaga dan peneliti di seluruh dunia secara rutin menganalisis dan menilai perubahan pada varian SARS-COV-2, penyebab virus Corona.

Hal yang diamati adalah apabila varian Corona tersebut mengakibatkan perubahan dalam penularan, gejala klinis dan keparahan, atau pelaksanaan tindakan pencegahan.

Sejauh ini WHO telah mencatat 3 jenis 'variant of concern' atau varian Corona yang mutasinya lebih ganas dari lainnya.

Variant of concern adalah varian Corona yang menunjukkan adanya bukti peningkatan penularan, keparahan penyakit misalnya peningkatan rawat inap atau kematian, penurunan signifikan dalam netralisasi antibodi, hingga penurunan efektivitas dalam pengobatan.

Beberapa hal yang menjadi catatan:

  • Adanya bukti berdampak pada diagnostik, perawatan, atau vaksin
  • Mengganggu uji diagnostik
  • Bukti penurunan netralisasi yang signifikan oleh antibodi yang dihasilkan selama infeksi atau vaksinasi sebelumnya
  • Bukti berkurangnya perlindungan akibat vaksin dari penyakit parah
  • Adanya peningkatan penularan dan keparahan penyakit.

Berikut 3 varian mutasi 'ganas' COVID-19 yang jadi perhatian WHO

B117

Pertama kali terdeteksi: Inggris
- Adanya peningkatan transmisi sebesar 50 persen
- Potensi peningkatan keparahan berdasarkan tingkat rawat inap dan angka kematian kasus
- Dampak minimal pada netralisasi dengan plasma konvaselen dan pasca vaksinasi

Varian ini diperkirakan sudah masuk ke Indonesia per Januari 2021

P.1

Pertama kali terdeteksi: Brazil
- Terdapat bukti varian ini mempengaruhi penularan dan kemampuan antobodi yang dihasilkan baik dari infeksi maupun vaksinasi untuk menetralkan virus
- Penurunan kerentanan yang signifikan terhadap pengobatan antibodi monoklonal
- Dampak minimal pada netralisasi antibodi dengan plasma konvaselen dan pasca vaksinasi

B1351

Pertama kali terdeteksi: Afrika Selatan
- Adanya peningkatan transmisi sebesar 50 persen
- Dampak minimal pada netralisasi dengan plasma konvaselen dan pasca vaksinasi
- Mempengaruhi netralisasi yang cukup signifikan terhadap pengobatan antibodi monoklonal

Varian ini diperkirakan sudah masuk ke Indonesia pertengahan April 2021

Varian of concern memerlukan upaya yang lebih masif dan luas untuk mengendalikan penyebaran, peningkatan pengujian, dan penelitian untuk menentukan efektivitas vaksin dan pengobatan pada varian tersebut.



Simak Video "Diduga Varian Mutasi Baru Corona Telah Masuk ke Sleman"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)
DMentor
×
The Right Man In The Right Place Dalam Bisnis
'The Right Man In The Right Place' Dalam Bisnis Selengkapnya