Kamis, 06 Mei 2021 15:29 WIB

Mengenal Tumor Kelenjar Getah Bening, Diidap Umi Pipik Saat Dipoligami

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ummi Pipik Foto: Dyah Paramita Saraswati/detikHOT
Jakarta -

Belum lama ini, Umi Pipik menceritakan kisah pilunya saat berumah tangga dengan almarhum Ustaz Jefri Al Buchori (Uje). Ia mengatakan mendiang suaminya itu sempat berpoligami. Pilunya, hal itu dialaminya saat dirinya tengah berjuang melawan tumor kelenjar getah bening yang diidapnya.

"Bahkan keluarga besar saya pun, saat mohon maaf ya, Uje poligami segala macam, mungkin setahun setelah saya cerita ketika beliau meninggal," kata wanita bernama lengkap Pipik Dian Irawati dalam video YouTube Venna, Rabu (5/5/2021).

"Makanya saya waktu sempat sakit itu, Abidzar (ibu Umi Pipik) kaget gitu yang tahu itu kok nggak pernah cerita," lanjutnya.

Apa itu tumor kelenjar getah bening?

Dikutip dari Lymphoma News Today, tumor kelenjar getah bening atau limfoma merupakan jenis tumor yang muncul pada sel darah putih yang disebut limfosit. Jika limfoma ini tidak bersifat kanker disebut degan limfoma jinak, pseudolimfoma, atau hiperplasia limfoid jinak (BLH).

Limfoma bisa terus berkembang saat limfosit tumbuh secara tidak normal dan muncul sel-sel yang baru di antara sel yang mati. Tumor jinak ini biasanya terjadi pada kelenjar getah bening. Pertumbuhannya tergolong lambat dan cenderung tidak meluas ke jaringan atau bagian tubuh terdekat lainnya.

Apa penyebabnya?

Penyebab pasti tumor kelenjar getah bening masih belum diketahui sepenuhnya. Tetapi, ada beberapa hal yang mungkin bisa menjadi penyebab dari penyakit tersebut, yaitu:

  • Paparan radiasi
  • Kebiasaan makan tertentu
  • Stres
  • Trauma atau cedera lokal
  • Peradangan atau infeksi
  • Efek dari obat-obatan

Gejalanya apa saja?

Adapun beberapa gejala yang muncul saat seseorang mengidap tumor kelenjar getah bening, yaitu:

  • Muncul rasa nyeri saat menekan kelenjar yang bengkak
  • Kelenjar mengalami pembengkakan, bisa menyebabkan benjolan di leher atau bagian lainnya
  • Area kelenjar yang bengkak akan terasa lebih sensitif misalnya seperti, leher menjadi tidak nyaman atau terasa sakit saat digerakkan
  • Muncul rasa sakit di bagian perut dan terjadi pembengkakan
  • Merasa cepat kenyang, meski hanya makan sedikit
  • Mengalami sesak napas atau batuk yang tak kunjung sembuh
  • Demam
  • Berat badan menurun secara drastis
  • Sering merasa lelah
  • Berkeringat di malam hari
  • Anemia atau kekurangan sel darah merah


Simak Video "Varian Corona Delta Bermutasi Lagi, Namanya 'Delta Plus'"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)