Senin, 10 Mei 2021 12:27 WIB

Pria DKI Meninggal Usai Vaksin AstraZeneca, Kemenkes Tunggu Komnas KIPI

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images) Foto: Getty Images/Antonio Masiello
Jakarta -

Seorang pria berusia 21 tahun meninggal dunia sehari usai menerima vaksin Corona AstraZeneca pada Rabu (5/5/2021) lalu. Pria asal Jakarta itu juga sempat mengeluhkan beberapa gejala seperti demam tinggi, menggigil, hingga pegal pasca vaksinasi.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan kasus ini masih akan diinvestigasi untuk mengetahui penyebabnya.

"Masih diinvestigasi oleh Komda dan Komnas KIPI ya," kata dr Nadia pada detikcom, Senin (10/5/2021).

Sebelumnya, Ketua Komnas KIPI Prof Hingky Hindra Irawan Satari menyebut sejauh ini gejala yang ditemukan pada pria tersebut belum bisa dikaitkan dengan vaksin Corona AstraZeneca. Hal ini masih akan diinvestigasi lebih lanjut.

"Untuk mencari keterkaitan, kalau demam, menggigil, itu memang gejala vaksin lah, namun tidak menyebabkan kematian. Kalau kematian kan blood clot, pembekuan darah," tutur Prof Hindra saat dihubungi detikcom Senin (10/5/2021).

Selain itu, Prof Hindra juga mengatakan pria tersebut tidak mengalami gejala di perut maupun paru. Itu mempersulit untuk mengaitkan kasus tersebut dengan vaksin, karena kurangnya bukti yang ada.

"Gejala di perut nggak ada, gejala di paru nggak sesak, gejala di susunan saraf pusat katanya dia kejang kata rekan kerjanya, tapi di rumah dibilangin sama riwayat keluarganya nggak ada riwayat kejang," lanjutnya.

"Sulit kita mengaitkan ini ada kaitannya dengan vaksin karena bukti tidak cukup, jadi kita rekomendasikan untuk menghubungi dokter langganannya, gimana nih riwayat sebelumnya," sebut Prof Hindra.



Simak Video "Vaksin AstraZeneca Ditargetkan Tiba Lagi di Indonesia Mei 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)