Senin, 10 Mei 2021 22:07 WIB

Menakut-nakuti Warga soal Stok Oksigen Menipis, RS di India Digerebek Polisi

Vidya Pinandhita - detikHealth
New Delhi - India kembali melaporkan rekor tertinggi untuk kasus harian virus Corona (COVID-19) di wilayahnya, dengan mencatat lebih dari 414 ribu kasus dalam 24 jam terakhir. Ini berarti selama sepekan terakhir, India mencatat 1,57 juta kasus Corona di berbagai wilayahnya. Ilustrasi (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Gelombang tsunami COVID-19 membuat warga India harus berebut tabung oksigen dan kamar ICU. Tak sedikit kasus kematian pasien COVID-19 di India disebabkan terlambatnya pemberian alat bantu napas akibat rumah sakit sudah kehabisan stok.

Rumah sakit Sun di negara bagian Uttar Pradesh dikenakan sanksi lantaran dinilai menakuti-nakuti warga India dengan peringatan oksigen habis.

Akilesh Pandey selaku pengelola rumah sakit menjelaskan, peringatan tersebut memang ditempel di dinding luar rumah sakit setelah 4 pasien COVID-19 meninggal dunia akibat tak kedapatan tabung oksigen.

Menurutnya, rumah sakit telah berulang kali meminta suplai stok tabung oksigen pada pemerintah pusat, namun bantuan tak kunjung datang sampai pasiennya harus meregang nyawa.

"Setelah permintaan berkali-kali ke pemerintah pusat, kami tidak kunjung mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Maka itu, kami meminta pada keluarga pasien yang membutuhkan tabung oksigen untuk ke pusat layanan kesehatan yang lain agar bisa mendapat penanganan," tertulis dalam peringatan, dikutip dari Sky News, Senin (10/5/2021).

Peringatan tersebut dinilai menakut-nakuti warga India oleh polisi setempat. Beberapa hari sejak peringatan ditempel, rumah sakit Sun digerebek polisi. Seluruh perangkat CCTV disita. Pandey dituduh menyebarkan ketakutan.

Pandey bersikeras, tindakan rumah sakit adalah untuk kebaikan warga India yang kini tengah berebut oksigen. Sebelumnya, pihaknya pun telah mengupayakan sejumlah langkah agar sebanyak mungkin pasien COVID-19 bisa mendapatkan bantuan oksigen.

"Ini sisa 5 tabung oksigen terakhir yang kami punya sore itu, kami berikan pada pasien COVID-19 dengan durasi 1,5 hingga 2 jam. Kami sengaja menurunkan tekanan agar kami bisa memperpanjang aliran oksigen untuk pasien, mungkin bisa sampai 3 sampai 3,5 jam," katanya.

Namun upayanya tak berhasil sempurna. Pihak rumah sakit tetap tidak bisa menyediakan tabung oksigen pada 4 pasien COVID-19 kritis lainnya sampai meninggal dunia.



Simak Video "Cerita Jurnalis India Menyaksikan Kekacauan Tsunami COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)