Rabu, 12 Mei 2021 14:22 WIB

Kemenkes: Vaksin Corona Sinovac Beri Proteksi di Atas 90 Persen pada Nakes RI

Vidya Pinandhita - detikHealth
Program vaksinasi COVID-19 bagi tenaga kesehatan masih terus berjalan. Pemprov DKI Jakarta gelar vaksinasi massal di Istora Senayan, Jakarta. Hasil kajian cepat efektivitas vaksin Corona Sinovac. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Berdasarkan kajian cepat terhadap 120 ribu tenaga kesehatan, vaksin Corona Sinovac diketahui memiliki tingkat efektivitas hingga 94 persen pada yang sudah menerima dua dosis.

"Berdasarkan analisis yang kita lakukan, kita menemukan dosis lengkap bisa menurunkan atau mengurangi risiko 94 persen COVID bergejala pada individu yang menerima vaksinasi penuh atau 2 dosis," terang ketua tim peneliti, Panji Dhewantara dalam konferensi pers virtual, Rabu (12/5/2021).

Ia menjelaskan, kajian cepat ini dilakukan berdasarkan data sekunder. Data yang diolah diperoleh dari pelaporan dan pencatatan COVID-19 di Kementerian Kesehatan.

Berikut paparan hasil kajian cepat terkait efektivitas vaksin Sinovac, Rabu (12/5/2021):

  • Mencegah COVID-19 pada hari ke-28 hingga ke-63: 94 persen
  • Mencegah perawatan hingga hari ke-28: 96 persen
  • Mencegah kematian pada hari ke-28 hingga ke-63: 98 persen

"Dibandingkan individu yang baru menerima dosis pertama, bahwa risiko terkena atau terinfeksi bergejala jauh lebih besar. Vaksin Sinovac hanya berhasill menurunkan 13 persen risiko COVID bergejala kepada kelompok dan individu yang hanya mendapatkan dosis pertama," lanjut Panji.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sempat menyebut efikasi vaksin Corona Sinovac hanya mencapai 65 persen.

"Kita bisa melihat bahwa di awal BPOM sudah mengeluarkan efikasi vaksin Sinovac 65 persen. Artinya, risiko untuk tertular atau sakit hanya tinggal 40 persen lagi. Tapi dalam kajian cepat risiko itu bahkan bisa memberikan efek proteksi sampai dengan 95 persen," ujar juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi turut hadir dalam konferensi pers.



Simak Video "Pfizer Uji Klinis Vaksin COVID-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)