Kamis, 13 Mei 2021 14:22 WIB

Ampuh di RI, Bagaimana Efektivitas Vaksin Corona Sinovac di Negara Lain?

Ayunda Septiani - detikHealth
Jakarta -

Belum lama ini Kemenkes RI menyebut efektivitas vaksin Corona COVID-19 Sinovac yang dianalisis pada 120 ribu tenaga kesehatan pasca divaksinasi.

Selain diklaim efektif bisa mencegah penularan, Kemenkes menyebut vaksin Corona bisa menekan angka kematian COVID-19.

"Berdasarkan analisis yang kita lakukan, kita menemukan dosis lengkap bisa menurunkan atau mengurangi risiko 94 persen COVID bergejala pada individu yang menerima vaksinasi penuh atau 2 dosis," ungkap ketua tim peneliti, Panji Dhewantara dalam konferensi pers virtual, Rabu (12/5/2021).

Bagaimana efektivitas vaksin COVID-19 Sinovac di negara lain?

1. Brasil

Sebelumnya, penelitian di Brasil diliputi oleh kecurigaan terkait perbedaan tingkat efektivitas dan pertanyaan mengenai transparansi data.

Berdasarkan hasil uji coba fase III terbesar di Brasil menempatkan vaksin yang juga dikenal sebagai CoronaVac ini efektif sedikit di atas 50 persen.

Hasil itu merupakan yang terendah di antara semua vaksin COVID-19 generasi pertama.

Juru bicara Sinovac di Beijing menyatakan, perusahaan tidak dapat mengomentari soal studi Indonesia sampai memperoleh rincian lebih lanjut.

Dalam wawancara terpisah dengan Bloomberg, Selasa (11/5/2021) kemarin, CEO Sinovac Yin Weidong membela perbedaan dalam data klinis terkait vaksinnya.

Menurutnya, ada bukti yang berkembang bahwa CoronaVac berkinerja lebih baik ketika diterapkan di dunia nyata.

2. Chile

Chile menjadi salah satu negara dengan tingkat vaksinasi tercepat di dunia. Namun, hal itu tidak cukup menghentikan penyebaran varian agresif yang melanda Amerika Latin.

"Kelompok orang yang paling awal divaksinasi di Chile adalah orang tua. Kurang dari 15 juta dosis yang diberikan ke Chile berarti hanya 7 juta orang yang bisa mendapatkan suntikan kami. Itu sama dengan 36 persen dari 19 juta populasi," kata CEO Sinovac Yin.

"Itu normal jika negara mencatat kebangkitan infeksi karena aktivitas sosial meningkat di antara orang-orang muda, yang sebagian besar tidak diinokulasi," tambahnya.

Menurutnya, di antara orang yang divaksinasi CoronaVac di Chile, 89 persen terlindungi dari risiko serius Covid-19 yang membutuhkan perawatan intensif.

"Perlindungan vaksin kemungkinan akan bervariasi dari satu tempat ke tempat lain karena varian virus. Tetapi suntikan Sinovac tampaknya bertahan dengan baik terhadap mutasi baru yang menjadi perhatian," terang CEO Sinovac itu.

3. Israel

Di Israel, suntikan mRNA yang dikembangkan oleh BioNTech SE dan Pfizer Inc telah terbukti lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah penularan di Israel.

Sebelumnya banyak pertanyaan terkait vaksin non-mRNA yang dinilai tidak mungkin seefektif itu dalam mencegah penularan. Namun semakin banyak bukti bahwa suntikan Sinovac berhasil.

Laporan Bloomberg menyatakan hasil itu menjadi nilai tambah bagi misi China, yang berniat memasok negara berkembang dalam upaya meningkatkan pengaruh dan kedudukannya.

Ini juga menjadi pembenaran di tengah kritik bahwa pengembang vaksin China mengungkapkan lebih sedikit data dan kurang transparansi tentang kejadian buruk yang parah, dibandingkan dengan vaksin dari perusahaan barat.

"Hasil dari aplikasi dunia nyata dan data ilmiah yang kami miliki dari uji klinis akan memungkinkan dunia untuk menilai vaksin kami secara komprehensif," kata Yin.

"Kami mendorong mitra dan pemerintah di negara tempat vaksin kami digunakan, untuk merilis data tersebut secepat mungkin," pungkasnya.

(ayd/ayd)