Minggu, 16 Mei 2021 11:00 WIB

5-10 Hari Pertama Sangat Krusial Bagi Pasien Corona, Ini Alasannya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
New Delhi - India kembali melaporkan rekor tertinggi untuk kasus harian virus Corona (COVID-19) di wilayahnya, dengan mencatat lebih dari 414 ribu kasus dalam 24 jam terakhir. Ini berarti selama sepekan terakhir, India mencatat 1,57 juta kasus Corona di berbagai wilayahnya. Pasien Corona. (Foto: Getty Images/Getty Images)
Jakarta -

Virus Corona dapat membuat pengidapnya mengembangkan beragam gejala, dari asimptomatik hingga gejala parah. Meskipun orang mungkin mengalami gejala yang berbeda dan tidak dapat diprediksi selama gelombang pertama infeksi, pola penyakit, bisa berubah menjadi sangat serius.

Para ahli memprediksi 5-10 hari pertama dari periode 14 hari dianggap sangat penting bagi pemulihan pasien Corona.

Bahkan jika sebagian besar kasus COVID-19 bersifat ringan dan dapat dikelola dengan baik di rumah, ada kebutuhan terkait untuk memantau dan mengevaluasi gejala setelah hari ke-5 dimulainya gejala.

Hari-hari awal infeksi bisa sangat membingungkan, banyak orang mengalami gejala yang sangat ringan atau bahkan tanpa gejala. Namun, di hari ke 5-10 barulah tingkat keparahan infeksi Anda yang sebenarnya dapat ditentukan.

Menurut para ahli, hari ke 5 hingga 10 dari masa isolasi juga dapat menjelaskan kemungkinan komplikasi yang mungkin diidap pasca COVID.

Hari ke-5 dan seterusnya bisa menandai 'fase kedua' dari infeksi COVID-19

Pada apa yang ditandai sebagai 'gelombang kedua' infeksi, sistem kekebalan menghasilkan antibodi yang banyak untuk membasmi infeksi, kadang-kadang dapat menjadi terlalu terstimulasi dan menyebabkannya memburuk, yang dapat dimulai dari hari ke 6 atau 7. Itulah waktunya ketika pertempuran COVID yang sebenarnya dimulai untuk banyak orang.

Setelah gejala awal, hal-hal bisa tampak stabil untuk beberapa orang, sebelum dilanda fase yang memburuk.

Hari 5-10 menandai saat intensitas gejala bisa lebih parah. Beberapa juga bisa merasa seperti mulai membaik. Ini juga bisa menjadi waktu ketika tanda-tanda terjadinya peringatan rawat inap, seperti penurunan tingkat saturasi oksigen, delirium, peningkatan demam bisa menyerang.

Di fase tersebut, pasien juga dapat mengalami perburukan gejala pernapasan, mengalami ketidaknyamanan, rasa berat, masalah pernapasan. Hipoksia, kondisi kritis ketika kadar oksigen terlalu rendah tanpa gejala lain yang terlihat juga dapat terjadi pada fase kedua infeksi.

Sekali lagi, keparahan COVID-19 dapat menjadi penyebab kekhawatiran yang serius dan bahkan dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, monitoring terhadap gejala dan deteksi penting dilakukan.



Simak Video "Dear Orang Tua, Yuk Perketat Prokes Pada Anak!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)