Minggu, 16 Mei 2021 15:26 WIB

Vaksin AstraZeneca yang Disetop Sementara Jalani Uji Sterilitas-Toksisitas

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images) Ilustrasi vaksin COVID-19 AstraZeneca (Foto: Getty Images/Antonio Masiello)
Jakarta -

Vaksin Corona AstraZeneca dari batch (kumpulan produksi) CTMAV547 disetop sementara sebagai bentuk kehati-hatian. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan uji toksisitas dan sterilitas terkait laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius.

"Hanya Batch CTMAV547 yang dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi dan pengujian dari BPOM yang kemungkinan memerlukan waktu satu hingga dua minggu," tulis siaran pers Kementerian Kesehatan RI, Minggu (16/5/2021).

Komnas KIPI merekomendasikan uji sterilitas dan toksisitas vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 terkait laporan KIPI serius. Uji dibutuhkan karena tidak cukup data untuk menegakkan diagnosis penyebab dan klasifikasi KIPI yang dimaksud.

Jumlah vaksin Corona AstraZeneca dari batch CTMAV547 yang ada saat ini adalah 448.480, bagian dari 3.852.000 dosis yang diterima melalui COVAX Facility. Batch ini sudah digunakan oleh TNI dan sebagian di DKI Jakarta dan Sulawesi Utara. Ditegaskan, vaksin AstraZeneca dari batch lain tetap bisa digunakan.

Hingga saat ini, data Komnas KIPI menunjukkan belum ada kejadian meninggal dunia yang dipastikan akibat vaksinasi COVID-19. Dalam beberapa kasus, penyebab kematian adalah faktor lain di luar vaksinasi.



Simak Video "BPOM Pastikan AstraZeneca Batch CTMAV547 Aman Digunakan Kembali"
[Gambas:Video 20detik]
(up/kna)