Senin, 17 Mei 2021 15:15 WIB

Harga Vaksin Corona Gotong Royong Sudah Ditetapkan! Ini Keterangan Menkes

Vidya Pinandhita - detikHealth
Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 kepada sejumlah pegawai pusat perbelanjaan di Depok Town Square, Depok, Jawa Barat, Selasa (23/3/2021). Dinas Kesehatan Kota Depok mulai melakukan vaksinasi COVID-19 dosis pertama kepada 1.500 orang pegawai pusat perbelanjaan. Foto: Dedy Istanto
Jakarta -

Pemerintah telah menetapkan harga vaksin COVID-19 yang akan diberikan melalui layanan vaksin gotong royong. Disebutkan, harga per dosis untuk vaksin Corona buatan Sinopharm adalah Rp 321.660.

Ketentuan harga tersebut telah tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643.2021. Keputusan ini telah diteken oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada 11 Mei 2021.

"Harga pembelian vaksin sebesar Rp 321.660 (tiga ratus dua puluh satu ribu enam ratus enam puluh rupiah) per dosis," tertulis dalam keputusan menteri, dikutip detikcom, Minggu (16/5/2021).

Akan tetapi, tarif pelayanan vaksinasi belum termasuk di dalam harga tersebut. Disebutkan, tarif pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis. Dengan begitu jika dijumlahkan, total harga sekali penyuntikan vaksin COVID-19 dalam layanan vaksin gotong royong adalah Rp 439.570.

"Tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 (seratus tujuh belas ribu sembilan ratus sepuluh rupiah) per dosis," lanjut keterangan.

Menkes menjelaskan, tarif yang telah ditetapkan tersebut adalah harga tertinggi tiap dosis vaksin yang dibeli pihak perusahaan. Artinya, harga tersebut sudah mencakup keuntungan 20 persen dan biaya distribusi ke kabupaten-kota. Namun, belum termasuk pajak pertambahan nilai (PPn).

Hal serupa pula diterapkan dalam penentuan harga layanan vaksinasi per dosis.

"Batas tertinggi atau tarif per dosis untuk pelayanan vaksinasi gotong royong yang dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat atau swasta, sudah termasuk margin atau keuntungan 15 persen (15 persen), namun tidak termasuk pajak penghasilan (PPh)," terang dalam keputusan menteri.

Pemerintah juga berencana menggunakan vaksin Corona buatan Moderna dalam program vaksinasi gotong royong. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam kesempatan sebelumnya.

"Sampai hari ini kami sudah melakukan proses komunikasi dan juga negosiasi dengan dua pengembang vaksin (vaksin Sinopharm dan vaksin Moderna)," terang Honesti, Senin (15/3/2021) terkait program vaksin gotong royong.



Simak Video "Kendala Pelaksanaan Program Vaksin Gotong Royong di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)