Senin, 17 Mei 2021 21:40 WIB

Peneliti Temukan Kasus Impotensi Gara-gara COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
ilustrasi ereksi Foto: iStock
Jakarta -

Pria kini punya satu alasan tambahan untuk segera mendapat vaksinasi COVID-19. Laporan terbaru di World Journal of Men's Health menggambarkan dua kasus pria yang jadi impoten setelah terinfeksi virus Corona.

Ahli urologi dari Miller School of Medicine, Ranjith Ramasamy, menyebut ada bukti temuan partikel virus pada jaringan penis. Kedua pria diketahui terinfeksi sekitar 6-8 bulan lalu dan mengalami masalah disfungsi ereksi setelah dinyatakan sembuh.

Terdapat tanda-tanda kerusakan pembuluh darah pada penis. Ramasamy membandingkannya mirip seperti kerusakan yang terjadi pada pembuluh darah bagian organ lain mulai dari paru-paru, ginjal, hingga otak.

"Pembuluh darahnya bermasalah sehingga tidak bisa menyuplai cukup darah ke penis untuk memicu ereksi," kata Ramasamy seperti dikutip dari WebMD, Senin (17/5/2021).

"Kami mengira sepertinya ini bukan efek sementara. Bisa jadi permanen," lanjutnya.

Peneliti menduga di masa depan, akan lebih banyak pasien pria yang mengalami keluhan serupa. Ramasamy mengimbau pria penyintas COVID-19 yang menderita disfungsi ereksi untuk segera mencari bantuan medis.

"Jangan berpikir ini akan hilang sendiri. Kami rasa ini akan jadi efek jangka panjang, bukan keluhan sementara," pungkasnya.



Simak Video "Vaginismus Bisa Jadi Pemicu 'Pasangan Gancet'"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)