Meski sudah ada larangan mudik, nyatanya sebagian warga masih bepergian di momen lebaran 2021. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengaku sudah mulai bersiap-siap mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19.
Kepala Dinkes DKI Jakarta Widyastuti menjelaskan pihaknya memantau dan mewaspadai kasus COVID-19 klaster mudik. Ia mengimbau agar pihak RT, RW, serta kader memberi informasi siapa saja yang bepergian karena sebagian besar warga menggunakan mobil pribadi.
DKI Jakarta juga telah menyiapkan 6.633 tempat tidur isolasi dan 1.007 fasilitas ICU per tanggal 17 Mei. Kondisinya saat ini tempat tidur isolasi telah terisi 1.724 atau 26 persen dan ICU telah terisi 338 atau 34 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk tidak mudik dan melakukan penyekatan, tapi kami tetap mewaspadai adanya potensi klaster hasil dari bepergian ini," kata Widyastuti dalam keterangan pers yang dikutip pada Selasa (18/5/2021).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, berdasarkan data yang tercatat sejak 6 hingga 15 Mei 2021, sudah lebih dari 2,6 juta orang di Jakarta meninggalkan Ibu Kota. Sedangkan warga yang masuk ke Jakarta dalam rentang waktu yang sama sebanyak 2,2 juta orang.
"Kita berdoa berusaha terus agar masa libur Idul Fitri ini tidak menimbulkan peningkatan atau lonjakan COVID di Jakarta," kata Riza.
(fds/up)











































