Selasa, 18 Mei 2021 20:53 WIB

Perubahan Tubuh Ini Terjadi di Masa Nifas, Apa yang Perlu Diwaspadai?

Yuviniar Ekawati - detikHealth
Stressed mother holding her baby. Foto: iStock
Jakarta -

Setiap ibu pasti akan mengalami masa nifas yang terjadi selama 40 hari atau 6 minggu setelah bayi lahir. Setelah ibu mengalami banyak perubahan selama mengandung hingga bayi lahir, masa nifas akan mengembalikan organ di dalam kandungan seperti sebelum hamil.

Proses mengembalikan organ seperti sebelumnya akan memberikan banyak perubahan pada tubuh ibu. Hal itu diawali dengan keluarnya darah yang disebut lochia yang selama beberapa hari akan berwarna merah atau disebut lochia rubra.

Disampaikan oleh Dr dr Suskhan Djusad, Sp.OG (K), Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, setelah, darah akan berubah menjadi berwarna putih atau disebut dengan lochia albia. Berakhirnya masa nifas akan ditandai dengan darah atau lochia yang berhenti keluar dari rahim.

Volume lochia yang keluar dari rahim ibu tidak menentu setiap harinya. Lochia biasanya keluar saat ibu mengalami kontraksi ketika menyusui. Hal itu yang membuat waktu dan volume darah masa nifas tidak menentu.

Suskhan mengatakan, darah yang keluar selama masa nifas juga berbeda dengan darah menstruasi. Darah menstruasi memiliki volume yang lebih banyak, sementara darah nifas tidak banyak. Itu sebabnya, darah nifas seringkali hanya terlihat seperti flek kecoklatan.

Siklus menstruasi akan berakhir setelah masa nifas berakhir. Meski kemungkinannya kecil jika ibu masih dalam proses menyusui.

Penyebab Masa Nifas Lama

Suskhan menyampaikan, meski masa nifas pada tiap perempuan berbeda-beda tapi jika masa nifas berlangsung di atas 40 hari, hal itu perlu diwaspadai.

Dikarenakan, kondisi tersebut bisa terjadi karena perdarahan postpartum lambat yang disebabkan infeksi atau masih adanya sisa-sisa plasenta di rahim.

Bila masa nifas berlangsung lama lebih dari 40 hari, segera konsultasikan ke dokter. Bila itu disebabkan infeksi, dokter akan memberikan antibiotik.

Perubahan yang Terjadi Selama Masa Nifas

1. Payudara bengkak

Suskhan mengatakan, payudara memang dapat membengkak selama masa nifas terjadi karena adanya proses menyusui. Tetapi, kondisi ini lebih umum ditemukan pada ibu yang tidak menyusui.

Proses menyusui justru dapat mencegah bengkak dan rasa sakit karena payudara dikosongkan untuk kembali memproduksi ASI.

2. Sulit buang air kecil

Retensi urine atau sulit buang air kecil dapat terjadi pada masa nifas. Hal ini dapat diperiksa dengan cara skoring. Setelah melahirkan, skor akan ditentukan mulai dari persalinan, jalan lahir, usia, dan paritas.

Suskhan menjelaskan bahwa pada kondisi retensi urine yang serius, ibu perlu mendapatkan penanganan media dan diawasi dokter.

Dua perubahan yang terjadi pada ibu selama masa nifas seperti di atas merupakan hal yang normal dan umum ditemukan, tapi terdapat dua kondisi yang perlu diwaspadai saat masa nifas karena dapat berbahaya bagi ibu, berikut ini penjelasan Suskhan.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Strategi Menkes Budi Tekan Angka Kematian Pada Ibu Melahirkan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)