Rabu, 19 Mei 2021 18:25 WIB

Terpapar Video Viral 'Memaki Petugas'? Awas Ini Dampaknya bagi Kejiwaan

Vidya Pinandhita - detikHealth
screenshot video viral pemudik marah ketika ditegur petugas Foto: screenshot viral
Jakarta -

Belakangan ini, linimasa media sosial diramaikan oleh video viral para pemudik yang mengamuk, bahkan memaki ketika ditegur petugas di titik penyekatan. Berawal dari video viral, wajah pemudik kini ramai jadi guyonan dan cemooh pengguna media sosial.

Psikolog Anastasia Sari Dewi, founder pusat konsultasi Anastasia and Associate menjelaskan, 'sanksi' berupa memviralkan ini rupanya tak selalu berimbas baik. Di satu sisi, pelanggar larangan mudik mungkin jera. Masyarakat yang menonton pun menjadi terpengaruh untuk mematuhi aturan larangan mudik.

Namun di lain sisi, mempertontonkan adegan semacam ini rupanya bisa melunturkan simpati publik. Penonton menjadi berlomba-lomba untuk menyebarluaskan tontonan. Alih-alih informatif, sikap ini justru bisa mengabaikan esensi sebenarnya, yakni membantu sesama.

"Orang jadi kurang bisa bersimpati atau berempati pada orang lain karena lebih menilai itu sifatnya tontonan. Lebih banyak orang yang merekam satu kejadian dibanding yang membantu," ujar Sari pada detikcom, Selasa (18/5/2021).

Menurut Sari, masyarakat perlu paham bahwa apa yang dipertontonkan melalui media sosial mungkin saja hanyalah potongan dari apa yang sebenarnya terjadi, tidak utuh, atau bahkan setting-an. Tak tertutup kemungkinan, konten yang diviralkan tak sepenuhnya akurat dan pantas disebarluaskan dengan tujuan menginformasi.

Seringkali, penyebarluasan video justru dilatarbelakangi kepentingan tertentu. Jika tidak disikapi dengan cermat dan asal viralkan, bisa menimbulkan kerancuan dan bias pada publik.

"Untuk menyikapi seperti ini, kita kan masyarakat khususnya yang tingkat pendidikan memang menengah ke bawah sangat disayangkan malas mencari informasi seakurat mungkin. Terburu-buru menganalisa atau menarik kesimpulan dengan info yang ada," ujar Sari.

"Semakin disajikan dengan cara yang menggiring opini publik, seringkali orang-orang ini lebih cepat terpengaruh atau berpikir secara pendek. Hal ini tentu sangat disayangkan. Sarannya adalah jangan langsung meneruskan berita apa pun yang sudah ada di medsos," lanjutnya.



Simak Video "Berapa Lama Idealnya Masa Karantina untuk Pelaku Perjalanan?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)